Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pemerintah Percepat Stimulus Ekonomi demi Capai Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 8 Persen

I Putu Suyatra • Minggu, 12 Juli 2026 | 20:13 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (IST)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (IST) 

BALIEXPRESS.ID – Pemerintah mempercepat realisasi berbagai stimulus ekonomi untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus mengejar target pertumbuhan sebesar 8 persen. Langkah tersebut dilakukan di tengah ketidakpastian ekonomi global dengan memperkuat konsumsi masyarakat, investasi, ekspor, serta sektor riil.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah terus melakukan berbagai akselerasi kebijakan agar perekonomian nasional semakin kokoh. Pemerintah juga mengajak pelaku usaha dan investor memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinilai tetap solid meski kondisi ekonomi dunia masih bergejolak.

"Berbagai kebijakan fiskal, stimulus ekonomi, hingga perluasan investasi terus disiapkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi menuju target 8 persen," kata Airlangga di Jakarta.

Menurut Airlangga, ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 berhasil tumbuh 5,61 persen, melampaui proyeksi sejumlah lembaga internasional dan berada di atas rata-rata pertumbuhan negara-negara ASEAN. Kinerja tersebut didukung inflasi yang tetap terkendali, permintaan domestik yang kuat, surplus neraca perdagangan, sektor manufaktur yang masih ekspansif, serta cadangan devisa yang tinggi.

"Perekonomian Indonesia sudah berada pada jalur yang positif. Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, pada semester II 2026 pemerintah meluncurkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun," ujar Airlangga.

Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun Dorong Konsumsi dan Dunia Usaha

Paket stimulus ekonomi tersebut mencakup bantuan pangan, dukungan stabilisasi harga dan pasokan pangan bagi pelaku usaha tahu dan tempe, diskon transportasi, serta berbagai insentif untuk meningkatkan konsumsi masyarakat selama masa libur sekolah hingga periode Natal dan Tahun Baru.

Selain mendorong konsumsi, pemerintah juga memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui program magang nasional yang dimulai pada Juli 2026, program vokasi, serta reskilling bagi sekitar 220 ribu lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK).

Di sektor investasi, pemerintah memperluas diplomasi perdagangan melalui berbagai perjanjian internasional, pembentukan financial center di Bali, serta percepatan pengembangan proyek-proyek energi hijau.

Airlangga menilai kondisi ekonomi global saat ini justru menjadi peluang bagi dunia usaha untuk melakukan ekspansi karena harga barang modal semakin kompetitif.

"Dalam situasi seperti ini biasanya capital goods menjadi lebih kompetitif atau relatif murah. Kesempatan seperti ini tidak datang dua kali. Bagi perusahaan yang ingin melakukan ekspansi, sekarang merupakan waktu yang sangat tepat," ujarnya.

Pemerintah Perkuat Ekspor dan Investasi

Optimisme terhadap target pertumbuhan ekonomi 8 persen juga disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Menurutnya, target tersebut akan dicapai secara bertahap melalui penguatan ekspor, peningkatan investasi, produktivitas nasional, serta sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil.

Pemerintah juga memperkuat pembiayaan ekspor melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), termasuk memberikan akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) eksportir dengan bunga yang kompetitif.

"Melalui LPEI, kita menawarkan suku bunga maksimal 6 persen per tahun, bahkan bisa mencapai 4 persen apabila diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi," kata Purbaya.

Ia menegaskan pemerintah akan terus meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi secara bertahap menuju kisaran 6 persen sebelum mencapai target jangka menengah sebesar 8 persen.

"Ketika kondisi global sedang bergejolak saja Indonesia masih mampu tumbuh 5,61 persen. Ini menunjukkan mesin pertumbuhan ekonomi kita baru mulai dipanaskan," pungkasnya.

Editor : I Putu Suyatra
#airlangga hartarto