PDB Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Kuartal I 2026, Pemerintah Pastikan Ekonomi Tetap Stabil

I Putu Suyatra • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 20:09 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (IST)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (IST) 

BALIEXPRESS.ID – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada awal 2026 menunjukkan tren yang semakin kuat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia Kuartal I 2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 4,87 persen.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,61 persen ini menjadi indikator bahwa stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga meski dunia masih menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Kinerja tersebut didukung oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, peningkatan investasi, serta kebijakan pemerintah yang dinilai mampu menjaga daya tahan ekonomi nasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan capaian PDB Indonesia Kuartal I 2026 merupakan hasil yang patut diapresiasi karena diraih di tengah tekanan ekonomi global yang masih berlangsung. Menurutnya, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia juga lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya.

"Ini prestasi yang luar biasa di tengah tekanan perekonomian global yang amat tidak menentu. Kita masih bisa tumbuh sesuai dengan target 5,61 persen. Dibandingkan triwulan IV tahun lalu tumbuhnya lebih cepat, dari 5,39 persen menjadi 5,61 persen," ujar Purbaya.

Ia menambahkan, pertumbuhan tersebut menunjukkan Indonesia mulai keluar dari tren pertumbuhan ekonomi yang selama bertahun-tahun berada di kisaran lima persen.

"Kita bisa terlepas dari kutukan pertumbuhan 5 persen. Jadi ekonomi sedang bergerak ke arah yang lebih cepat lagi," katanya.

Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai risiko perlambatan ekonomi global. Karena itu, berbagai langkah penguatan ekonomi domestik terus dilakukan, mulai dari meningkatkan daya saing industri nasional hingga memperkuat sektor-sektor berorientasi ekspor agar lebih kompetitif di pasar internasional.

Selain konsumsi domestik yang tetap kuat, investasi Indonesia juga menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan realisasi investasi hingga Semester I 2026 telah mencapai Rp1.001 triliun, atau sekitar 49 persen dari target investasi nasional sebesar Rp2.000 triliun.

Menurut Airlangga, capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi prospek ekonomi nasional sepanjang 2026.

"Pertumbuhan PDB pada Kuartal I 2026 sebesar 5,61 persen. Berdasarkan laporan sementara APBN, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan tetap berada di kisaran tersebut, sementara inflasi diperkirakan terjaga pada target 2,5 persen plus minus 1 persen," ujar Airlangga.

Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen, inflasi yang tetap terkendali, serta realisasi investasi yang terus meningkat, pemerintah optimistis stabilitas ekonomi nasional dapat terus terjaga sekaligus menjadi fondasi bagi pencapaian target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi pada 2026.

Editor : I Putu Suyatra
Purbaya Yudhi Sadewa