Koperasi Desa Merah Putih Diperkuat, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Papua

I Putu Suyatra • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 14:48 WIB
Ilustrasi (ist)
Ilustrasi (ist)

BALIEXPRESS.ID – Pemerintah terus memperkuat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Papua sebagai strategi untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan. Koperasi diarahkan menjadi pusat layanan ekonomi di tingkat desa yang menghubungkan berbagai program pemerintah dengan potensi usaha masyarakat lokal.

Penguatan Koperasi Desa Merah Putih di Papua dilakukan melalui sinergi pemerintah, lembaga pembiayaan, dan perguruan tinggi. Dengan penguatan tersebut, koperasi diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang usaha, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta memperkuat perekonomian desa secara berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi simpul pelayanan masyarakat di tingkat desa. Peran koperasi tidak hanya sebatas tempat transaksi, tetapi juga menjadi pusat distribusi berbagai program pemerintah.

"Koperasi dipastikan tidak hanya berfungsi sebagai tempat berbelanja, tetapi menjadi simpul distribusi berbagai program pemerintah, mulai dari bantuan sosial, pupuk bersubsidi, hingga penyerapan hasil pertanian dan perikanan," tegas Zulkifli Hasan.

Melalui skema tersebut, Koperasi Desa Merah Putih akan berperan dalam menyalurkan bantuan pangan, alat dan mesin pertanian, pupuk bersubsidi, bantuan tunai, hingga LPG 3 kilogram. Pemerintah juga menyiapkan dukungan operasional agar distribusi barang dan hasil produksi masyarakat desa dapat berjalan lebih efektif.

Koperasi Papua Didorong Lebih Profesional

Penguatan koperasi di Papua juga dilakukan melalui program inkubasi yang dijalankan LPDB Koperasi bersama Universitas Ottow Geissler Papua. Program ini memberikan pembekalan kepada pengurus koperasi, mulai dari tata kelola organisasi, penyusunan rencana bisnis, hingga kesiapan mengakses pembiayaan.

Program tersebut diharapkan dapat membuat koperasi semakin profesional, sehat, dan memiliki daya saing dalam mengembangkan potensi ekonomi masyarakat Papua.

Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman, mengatakan pengembangan koperasi dilakukan secara menyeluruh agar mampu tumbuh menjadi lembaga ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.

"Target utama program inkubasi adalah menyiapkan koperasi agar memiliki tata kelola yang baik, bisnis yang layak, dan siap mengakses pembiayaan dana bergulir LPDB Koperasi," ujar Deva Rachman.

Sementara itu, Kepala Pusat Inkubasi Bisnis Universitas Ottow Geissler Papua, Moses Yomunga, menilai pendampingan secara berkelanjutan menjadi salah satu kunci agar koperasi mampu berkembang sesuai dengan potensi daerah.

"Kami berharap 15 koperasi ini dapat menjadi role model bagi koperasi di seluruh Papua. Papua memiliki potensi yang luar biasa, tetapi membutuhkan pendampingan, penguatan manajemen, dan akses pembiayaan," pungkas Moses Yomunga.

Penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Papua diharapkan menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi desa yang mandiri. Keberadaan koperasi juga diharapkan mampu memperluas kesempatan usaha, mengoptimalkan potensi ekonomi lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua secara berkelanjutan.

Editor : I Putu Suyatra
papua Koperasi Desa Merah Putih