RAPBN 2027: Pemerintah Siapkan Investasi Besar untuk Dorong Ekonomi dan Perkuat APBN

I Putu Suyatra • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 13:03 WIB
Purbaya (antara)
Purbaya (antara) 

BALIEXPRESS.ID – Pemerintah menyiapkan strategi fiskal dan investasi berskala besar dalam RAPBN 2027 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat penerimaan negara. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga ekspansi ekonomi tetap berjalan seiring dengan penguatan fondasi fiskal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan RAPBN 2027 dirancang untuk memberikan stimulus terhadap aktivitas ekonomi dengan tetap menjaga kesehatan APBN. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada 2027, sementara defisit anggaran dijaga pada level 2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

“RAPBN tahun 2027 kita rancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan kesejahteraan yang lebih cepat dengan tetap menjaga kesehatan APBN,” kata Purbaya.

Investasi Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tersebut, investasi menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan. Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan investasi sedikitnya 7 persen pada 2027.

Selain investasi, pemerintah mendorong penguatan sektor industri, hilirisasi, ekspor, dan peningkatan produktivitas. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan nilai tambah sekaligus memperluas basis ekonomi dan penerimaan negara.

Dari sisi fiskal, pendapatan negara dalam RAPBN 2027 ditargetkan mencapai Rp3.426 triliun. Angka tersebut meningkat 6,8 persen dibandingkan outlook 2026, dengan rasio pendapatan negara terhadap PDB mencapai 12,23 persen.

Sementara itu, belanja negara dalam RAPBN 2027 dirancang sebesar Rp4.097,2 triliun, atau tumbuh 3,9 persen dibandingkan outlook 2026.

Belanja tersebut terdiri atas Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sebesar Rp3.362,2 triliun dan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp735 triliun.

Pemerintah Perkuat Penerimaan Negara

Purbaya menegaskan pemerintah akan terus mengoptimalkan penerimaan negara melalui berbagai langkah, mulai dari peningkatan kepatuhan pajak, perluasan basis pajak, penguatan sistem Coretax, optimalisasi sumber daya alam (SDA), hingga pemberian insentif fiskal yang terukur untuk menarik investasi.

“APBN akan dijaga prudent dan sustainable dengan berbagai upaya. Pertama, kita terus mengoptimalkan pendapatan negara melalui peningkatan kepatuhan dan tax base, penguatan Coretax, optimalisasi SDA, serta insentif fiskal yang terukur untuk mendorong investasi,” ujar Purbaya.

Upaya memperkuat penerimaan negara dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dari peningkatan aktivitas usaha dan investasi, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap kapasitas fiskal pemerintah.

Pertumbuhan Ekonomi Harus Perkuat APBN

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pertumbuhan ekonomi harus mampu menghasilkan penerimaan negara yang lebih kuat. Karena itu, pemerintah terus melakukan pembenahan administrasi perpajakan sekaligus memperluas basis ekonomi.

“Yang menjadi tantangan adalah bagaimana pertumbuhan ekonomi dapat menghasilkan penerimaan negara,” ujar Suahasil.

Dengan kombinasi investasi, hilirisasi, reformasi perpajakan, dan belanja negara yang berkualitas, pemerintah menargetkan APBN 2027 tidak hanya menjadi instrumen pembiayaan pembangunan.

APBN 2027 juga diarahkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, produktif, dan berkelanjutan di tengah dinamika perekonomian global.

Strategi tersebut diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sekaligus memperkuat kapasitas fiskal dan penerimaan negara dalam jangka panjang.

Editor : I Putu Suyatra
apbn