Harga BBM Tetap, Ekonom CORE: Kebijakan Ini Penting Jaga Daya Beli Masyarakat

I Putu Suyatra • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 17:19 WIB
Pembelian BBM Pertalite diwacanakan hanya untuk orang dengan desil tertentu. (Dok/Pertamina)
Pembelian BBM Pertalite diwacanakan hanya untuk orang dengan desil tertentu. (Dok/Pertamina) 

BALIEXPRESS.ID – Kebijakan pemerintah mempertahankan harga BBM subsidi dan nonsubsidi dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah gejolak ekonomi global.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan stabilitas harga BBM menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kondisi ekonomi masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah.

"Saya pribadi mendukung upaya dari pemerintah ini untuk memberikan bantuan subsidi upah pada buruh, dan juga ditambah dengan mempertahankan harga minyak, terutama mempertahankan harga BBM yang saya pikir yang paling esensial, yang paling dibutuhkan," ujar Faisal, dikutip Selasa (6/10).

Menurutnya, masyarakat saat ini sudah menghadapi kekhawatiran terkait keterjangkauan harga BBM, baik yang bersubsidi maupun nonsubsidi.

Karena itu, Faisal menilai pemerintah setidaknya perlu memastikan harga BBM subsidi tidak mengalami kenaikan. Sebab, kenaikan harga BBM berpotensi memberikan dampak luas terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

"Karena dengan harga BBM yang sekarang saja sebetulnya sudah banyak pihak yang mengkhawatirkan terkait keterjangkauan daripada masyarakat terhadap harga BBM baik yang subsidi maupun yang nonsubsidi," katanya.

Faisal mengakui kebijakan mempertahankan harga BBM dapat meningkatkan beban subsidi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, menurutnya, langkah tersebut tetap diperlukan untuk menjaga daya beli sekaligus mendukung aktivitas produksi.

"Walaupun hal tersebut berpengaruh terhadap beban subsidi di APBN, tapi ini untuk menolong perekonomian, dan sifatnya ini mendesak serta esensial untuk menjaga daya beli dan juga menjaga performa daripada sektor produksi yang bergantung pada kelas menengah ke bawah," jelasnya.

Harga BBM Subsidi dan Nonsubsidi Tetap

Sebelumnya, Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengumumkan harga BBM subsidi dan nonsubsidi per 1 Oktober 2026 tidak mengalami perubahan dibandingkan September 2026.

Untuk BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar, harga mengikuti kebijakan pemerintah dan dipastikan tidak mengalami perubahan hingga akhir 2026.

Sementara itu, penetapan harga BBM nonsubsidi mempertimbangkan berbagai faktor serta kondisi masyarakat.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot juga memastikan harga BBM subsidi, termasuk Pertalite dan Biosolar, tidak naik meskipun harga minyak dunia telah menembus USD 107 per barel.

Namun, harga BBM nonsubsidi dapat mengalami penyesuaian karena mengikuti harga pasar. Penyesuaian tersebut mengacu pada rata-rata harga minyak dunia dalam periode satu bulan.

Bagi masyarakat, keputusan mempertahankan harga BBM subsidi menjadi salah satu kebijakan penting karena harga bahan bakar memiliki dampak langsung terhadap biaya transportasi, distribusi barang, hingga daya beli.

Editor : I Putu Suyatra
Sumber : Jawa Pos
bbm