Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Begini Serunya Lomba Ngejuk Kucit Serangkaian HUT RI ke-73

I Putu Suyatra • Sabtu, 18 Agustus 2018 | 03:51 WIB
Begini Serunya Lomba Ngejuk Kucit Serangkaian HUT RI ke-73
Begini Serunya Lomba Ngejuk Kucit Serangkaian HUT RI ke-73

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Teriknya mentari rupanya tak menyurutkan semangat ibu-ibu dari 12 Desa di Kecamatan Buleleng untuk mengikuti lomba Ngejuk Kucit (menangkap anak Babi, Red). Kegiatan yang digelar bertepatan dengan HUT RI ke-73 di Lapangan Bhuana Patra, Singaraja, Jumat (17/8) inipun mendapat sambutan hangat dari masyarakat.


 


Meski pertama kali digelar, Lomba Ngejuk Kucit sukses menghibur masyarakat Singaraja saat Perayaan HUT RI ke-73. Bagaimana tidak, selain membuat penonton berjibun di sekitar lokasi lomba, puluhan Ibu-ibu dengan pakaian adat madya saat berjibaku menangkap Kucit sukses menghibur penonton.


 


Ada 12 regu yang berasal dari 12 desa di Kecamatan Buleleng ikut berpartisipasi dalam lomba Ngejuk Kucit. Satu regu terdiri dari lima orang peserta yang keseluruhannya adalah kaum ibu-ibu.


 


Mereka beraksi di tengah gelanggang berukuran 20 meter persegi. Gelanggang tersebut sudah disiram dengan air hingga becek. Sekali pertandingan diisi oleh empat regu dari empat desa. Mereka harus berebut menangkap empat ekor Kucit yang dilepas oleh panitia. Bila beruntung, satu regu bisa menangkap dua ekor babi.


 


Begitu babi dilepas, para peserta tidak langsung menangkap babi. Mereka harus menari terlebih dahulu sembari diiringi alunan musik dangdut kekinian. Tak pelak, penonton pun dibuat terpingkal-pingkal menyaksikan adegan Ibu-ibu itu menari-nari di tengah gelanggang. Sungguh menggelikan.


 


Setelah musik mati, aba-aba diberikan. Sebanyak empat regu langsung berhamburan menangkap babi yang sudah dilepas. Kemeriahan pun kian memuncak saat para ibu-ibu tersebut berusaha mengejar babi yang lari kesana kemari.


 


Beberapa peserta bahkan ada yang terjatuh, namun bangun lagi. Tidak kenal putus asa. Pakaiannya pun kotor dilumuri lumpur. Babi yang berhasil ditangkap dimasukkan ke dalam karung. Babi tersebut merupakan hadiah bagi peserta. Mereka boleh membawanya pulang untuk dipelihara kembali.


 


Ketua Panitia Lomba, Dewa Made Ardika mengatakan, 12 regu yang mengikuti lomba ngejuk kucit berasal dari 12 desa yang ada di Kecamatan Buleleng. Lomba ini digelar untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73.


 


Menurutnya, peserta lomba Ngejuk Kucit sengaja melibatkan kaum Ibu-ibu. Pasalnya di Bali yang terbiasa memelihara babi adalah kaum ibu-ibu. “Teknisnya, lomba dibagi menjadi tiga tahap. Dimana tahap pertama diikuti empat regu. Sehingga babi yang dilepas ada empat. Siapa yang paling banyak menangkap dia lah yang menang. Hadiahnya ya babi itu. Mereka boleh membawanya pulang," jelas Ardika.


 


Sementara Bupati Buleleng, Putu Agus Surdanyana yang hadir dalam membuka lomba mengatakan, lomba ngejuk kucit ini merupakan yang pertama kali di gelar pada agenda rutin Pemkab Buleleng dalam menyambut hari Kemerdekaan RI. Tak hanya ngejuk kucit, tahun depan ia berencana akan menggelar lomba khusus untuk bapak-bapak yang disebut dengan lomba Ngejuk Celeng (menangkap babi dewasa, Red).


 


“Kelemahan-kelemahanya sudah kami tahu. Lapangannya kurang luas, pesertanya terlalu banyak dan nanti akan kami kurangi. Untuk laki-lakinya nanti akan kami kasih ngejuk celeng (menangkap babi dewasa), jadi biar seru," tutupnya. 

Editor : I Putu Suyatra
#buleleng