Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ada Tufa Pasiran dari Letusan Gunung Berapi Jutaan Tahun Lalu

I Putu Suyatra • Rabu, 20 Februari 2019 | 04:06 WIB
Ada Tufa Pasiran dari Letusan Gunung Berapi Jutaan Tahun Lalu
Ada Tufa Pasiran dari Letusan Gunung Berapi Jutaan Tahun Lalu


BALI EXPRRESS, TABANAN - Berbagai benda peninggalan purbakala masih bisa ditemukan di zaman sekarang ini. Bentuknya pun beragam, ada sarkofagus, arca, hingga tumpukan batu. Seperti yang ada di Banjar Pakuaji, Desa Mundeh Kangin, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan. Masyarakat meyakini tumpukan batu yang ada di tengah hutan kawasan tersebut merupakan benda peninggalan purbakala.


 


Di kawasan hutan yang ada di Banjar Pakuaji, Desa Mundeh Kangin, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan terdapat tumpukan batu yang keberadaan selama ini memang menyita perhatian masyarakat setempat karena bentuknya yang unik. Sehingga masyarakat pun selama ini meyakini jika tumpukan batu tersebut merupakan peninggalan purbakala.


 


Kelian Dinas Pakuaji, I Made Puja Astawa menuturkan bahwa tumpukan batu tersebut sudah ada sejak lama di Banjar Pakuaji. Masyarakat meyakini jika tumpukan batu itu merupakan peninggalan purbakala meskipun belum ada yang meneliti. 


 


Sampai suatu ketika sebuah sarkofagus ditemukan warga saat akan membuat jalan di depan Puskesmas Selemadeg Barat beberapa waktu. "Saat itu warga langsung menghubung-hubungkannya dengan tumpukan batu di tengah kebun itu, dikira ada kaitannya," ujarnya.


 


Maka dari itu, pihaknya pun meminta bantuan Balai Arkeologi untuk meneliti tumpukan batu yang bentuknya hampir sama namun memiliki ukuran yang berbeda tersebut. Dan hasilnya tumpukan batu tersebut merupakan tufa pasiran yang terbentuk dari letusan gunung berapi berjuta-juta tahun yang lalu. "Akhirnya tim dari Balai Arkeologi mengadakan penelitian, diperkirakan tumpukan batu itu terbentuk melalui proses alam dan jenis batu itu adalah tufa pasiran," paparnya.


 


Namun tidak diketahui apakah dulu ada gunung berapi di dekat lokasi atau tidak. Uniknya lagi, pada tumpukan batu tersebut terdapat sumber mata air yang tak pernah surut meskipun musim kemarau. "Ada kelebutan yang disebut warga celepud dan sekarang jadi sumber air bersih warga di sini," sambungnya 


 


Maka dari itu, keberadaan tumpukan batu tersebut sangatlah berarti bagi masyarakat setempat dan sangat lah dijaga. "Masyarakat di sini bersama-sama menjaga keberadaan tumpukan batu ini dan kedepannya mungkin bisa jadi objek penelitian lagi," pungkasnya.

Editor : I Putu Suyatra
#tabanan