Selain Bidan, Putu Mila Kristina, 29, I Gusti Ayu Agung Melyani, 33, juga sempat terpapar Covid-19 saat menjadi tim medis di RSUD Buleleng. Tapi, setelah menjalani perawatan, dia kini sembuh. Sialnya, setelah sembuh, dia justru mendapat surat pengusiran yang ditempel di pintu masuk rumah kontrakannya.
I PUTU MARDIKA, Singraja
PERAWAT bernama I Gustu Ayu Agung Melyani, 33, adalah salah satu tim medis RSUD Buleleng yang sempat terpapar Covid-19. Perjuangannya untuk membantu Pasien Dalam Pengawasan di Ruang Isolasi RSUD Buleleng membuatnya harus siap dengan segala risiko yang ditimbulkan, hingga dirinya terinfeksi Corona.
Melyani yang sudah hampir 10 tahun bekerja di ruang Lely menjelaskan, memasuki awal Maret, RSUD Buleleng mulai menerima satu orang pasien asal Kecamatan Gerokgak, yang dicurigai terpapar virus corona.
Pasien yang diberi kode PDP 01 itu sempat berlibur ke Italia, dan mengalami sakit flu, batuk dan demam. Saat itulah Melyani bersama rekan-rekannya mulai bekerja, mengenakan pakaian pelindung anti virus (hazmat suit) selama berjam-jam.
Melyani juga memutuskan untuk berpisah sementara waktu dari suami dan keluarganya. Ia memilih untuk tinggal sendiri, di sebuah rumah kontrakan kawasan Kecamatan Buleleng, karena khawatir dapat menularkan virus corona kepada orang-orang yang ia cintai.
Saban hari, jumlah PDP di RSUD Buleleng mulai bertambah. Hingga pada hasil lab menunjukan ada satu pasien yang positif terinfeksi virus corona. Dia adalah PDP 03, pekerja kapal pesiar yang sempat berlayar di Italia.
Mengetahui hal tersebut, pemerintah pun langsung mengecek kondisi seluruh petugas medis yang betugas di ruang Lely RSUD Buleleng, serta kepada masyarakat yang sempat melakukan kontak dengan PDP 03.
Hasilnya, ada tiga orang yang dinyatakan terpapar virus corona, karena sempat melakukan kontak dengan PDP 03. Mereka adalah Melyani bersama Bidan Mila, yang juga bertugas di ruang isolasi RSUD Buleleng, serta satu orang sopir yang sempat menjemput PDP 03 di bandara.
"Padahal saya tidak batuk, flu dan demam. Saya kabarkan ke suami dan keluarga bahwa saya positif. Mereka sempat kaget. Saya sudah berusaha menjaga agar tubuh tetap bersih, setiap hari sampai lima kali mandi dan keramas, tapi akhirnya bisa terinfeksi juga. Saya dan keluarga bisa menerima, karena ini sudah jadi risiko pekerjaan," ucap Melyani saat dihubungi melalui saluran telepon, Selasa (6/4) sore.
Setelah terkonfirmasi, Melyani pun harus dirawat di ruang isolasi RSUD Buleleng. Ia dirawat bersama tiga pasien positif lainnya, yakni PDP 03, PDP 06 dan PDP 07. "Di ruang isolasi kami saling support. Petugas medisnya juga kami bilang harus semangat, jangan takut. Selama di ruang isolasi kami diberikan treatment dan vitamin," terangnya.
Selang satu minggu menjalani perawatan, kabar baik diterima oleh Melyani, bersama PDP 06 dan PDP 07. Berdasarkan swab yang dua kali dilakukan, ketiganya dinyatakan telah sembuh alias negatif dari virus corona.
Melyani pun pulang pada Sabtu (4/4) malam. Namun ia tidak dijemput oleh keluarga. Melainkan diantar oleh rekan kerjanya, dengan alasan masih harus menjalani isolasi mandiri selama satu minggu di rumah kontrakannya.
Namun setibanya di rumah kontrakan, Melyani sempat mendapatkan perilaku yang kurang enak dari sang pemilik kontrakan. Tepat di depan pintu, tertempel sebuah kertas bertuliskan imbauan agar Melyani segera mengosongkan rumah. Melyani pun mengaku sempat sedih melihat surat imbauan itu, lalu melaporkannya kepada dokter serta suamintya.
"Suami saya sempat marah, sampai bikin status di FB. Saya juga sempat nelpon dokter yang merawat saya di rumah sakit, agar dicarikan jalan keluarnya. Sampai akhirnya Pemkab turun tangan, dan menugaskan Camat Buleleng untuk memberikan pemahaman kepada pemilik kontrakan bahwa saya sudah sembuh. Setekah itu akhirnya pemilik kontrakan paham, dan saya boleh tinggal lagi di rumah itu," tutur Melyani.
Meski sempat terinfeksi virus corona, wanita asal Desa Munduk Bestala, Kecamatan Seririt ini siap untuk kembali ditugaskan di ruang isolasi RSUD Buleleng bila dibutuhkan. "Saya tidak trauma, karena ini memang pekerjaan saya. Untuk masyarakat Buleleng sebaiknya tidak panik dengan adanya wabah ini. Ikuti anjuran pemerintah, melakukan social distancing dan selalu jaga kebersihan tubuh. Astungka orang yang pernah terinfeksi juga bisa sembuh," tutupnya. (habis)
Editor : I Putu Suyatra