DENPASAR, BALI EXPRESS- Botulinum toxin atau botox adalah obat yang terbuat dari bakteri Clostridium botulinum, yaitu bakteri yang dapat menyebabkan botulisme. Selain untuk kecantikan atau estetika, botox juga kerap digunakan untuk mengatasi kondisi medis tertentu, misalnya gangguan saraf.
Di dunia kecantikkan, suntik botox menurut dokter spesialis Kulit dan Kelamin Klinik di Denpasar, dr. Angela Onko Prabowo, Sp.KK., sudah sejak la.a dimanfaatkan untuk mengencangkan kulit dan menghilangkan kerutan. "Di Indonesia, botox sudah terdaftar resmi sebagai obat pelemas otot dengan kategori obat keras yang hanya dapat dibeli dengan resep dokternamun pemakaiannya harus dalam pengawasan dokter," jelasnya.
Dilanjutkan dr. Angela, dalam dunia kecantikan atau estetik, manfaat suntik botox sangat banyak, seperti mengurangi atau menghilangkan garis halus dan kerutan di sudut luar mata, antara alis, dan dahi, membentuk atau memperbaiki penampilan wajah, mengatasi rambut bercabang, tipis, dan rusak.
Selain itu di dunia kesehatan, suntik botox sering kali dimanfaatkan untuk mengobati beberapa kondisi kronis, seperti inkontinensia urine pada orang dewasa, sakit kepala pada penderita migrain kronis, otot kaku di area siku, pergelangan tangan dan kaki, serta jari tangan dan kaki, nyeri leher dan posisi kepala yang tidak normal pada penderita distonia serviks, masalah mata,hingga gangguan saraf tertentu, seperti cerebral palsy.
Untuk cara kerjanya, racun botox ini bekerja dengan cara memblokir aktivitas saraf dan otot, sehingga otot akan melemah dan lumpuh untuk sementara waktu. "Inilah yang membuat keriput atau kerutan di kulit sekitar lokasi penyuntikan tampak berkurang atau bahkan hilang," lanjutnya.
Efek botox biasanya baru dirasakan beberapa hari setelah obat disuntikkan dan akan bertahan selama 3–6 bulan. Setelah itu, lambat laun otot akan berkontraksi lagi dan kerutan di kulit bisa muncul kembali. Meski begitu, kerutan tidak separah sebelumnya karena otot akan mengerut setelah lama dilumpuhkan.
Meskipun banyak manfaatnya, namhn dr. Angela mengakui jika dilakukan berlebihan suntik botox ini juga bisa menimbulkan efek samping, seperti, nyeri, bengkak, atau memar di lokasi suntikan, sakit kepala, demam, kedinginan, kelopak mata turun atau alis miring, bibir tampak miring dan keluar air liur.
Selama beberapa waktu setelah suntik botox, hindari berkendara atau melakukan aktivitas apa pun yang memerlukan penglihatan dan konsentrasi. "Selama 3 hari setelah disuntik botox, hindari memijat atau menggosok wajah, melakukan olahraga berat, berjemur, atau melakukan sauna," tambahnya.
Editor : Nyoman Suarna