TEJAKULA, BALI EXPRESS-Pandemi Covid-19 memang membuat pariwisata mati suri. Namun, kondisi ini tak mebuat pemerintah Desa Les, Kecamatan Tejakula berdiam diri untuk mengembangkan desanya. Pemerintah desa Les terus menyiapkan Les sebagai destinasi wisata di Buleleng.
Mekel Desa Les, I Gede Adi Wistara mengatakan Desa Les memiliki potensi wisata yang tidak kalah dengan desa wisata lainnya di Buleleng. Bahkan, sebelum pandemic Covid-19, tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Desa Les tergolong tinggi.
Pengelolaan kawasan wisata dilakukan oleh Pokdarwis di desa setempat. Tingkat kunjungan saat pandemic Covid-19 pun masih tetap ada. Sebagian besar didominasi oleh wisatawan lokal dari berbagai wilayah di Buleleng.
“Air Terjun Yeh Mampeh yang jadi ikon di Desa Les. Wisatawan dari mancanegara cukup ramai kesini sebelum pandemi. Rata-rata turis yang kesini langganan mereka, bahkan ada yang berkali-kali,” jelasnya.
Dikatakan Adi Wistara, Air Terjun Yeh Mampeh menjadi daya Tarik tersendiri di Les. Air terjun dengan ketinggian 50 meter lebih ini tidak pernah kering meskipun saat musim kemarau. Sehingga sangat diburu wisawatan yang ingin menikmati sensasi berendam.
“Bisa mandi kok di air terjun ini. Jarakanya juga tidak terlalu jauh dari pusat desa, sekitar 1 kilometer saja. Akses jalan juga bagus,” imbuhnya.
Saat hari raya dan hari libur, destinasi wisata ini kerap diserbu wisatawan domestic. Meskipun pengunjung harus merogoh kocek untuk karcis masuk. “Sudah menjadi tradisi saat hari raya pasti ramai yang berwisata,” ungkapnya.
Selain menawarkan destinasi wisata Air Terjun, Les juga memiliki taman bawah laut yang sangat indah. Bahkan, terumbu karang di wilayah perairan Les mendapat bantuan program ICRG yang dibiayai dari Dana PEN. Spot ini pun kerap menjadi primadona bagi wisatawan untuk melakukan diving.
Tak hanya mengandalkan keindahan alam air terjun dan terumbu karang. Desa Les sebut Adi Wistara juga tengah mengembangkan agrowisata yakni pisang dan rambutan. Tanaman buah ini diakuinya sangat cocok tumbuh di Desa Les.
Pun dengan wisata adat dan Budaya. Sebagai desa Bali Mula di Buleleng, Desa Les memiliki kearifan lokal yang tidak dimiliki oleh wilayah lain di Bali. Mulai dari upacara adat hingga tradisi yang dilaksanakan secara turun-temurun.
“Jadi kami juga punya tradisi budaya yang menarik untuk diketahui oleh wisatawan. Masalah Akomodasi wisata seperti villa dan pengunapan kami sudah punya. Jadi wisatawan tidak perlu khawatir lagi dimana menginap kalau mereka ke Les,” pungkasnya.
Editor : Nyoman Suarna