DENPASAR, BALI EXPRESS- Jumlah Pasien positif covid-19 di Bali yang setiap hari terus meningkat, membuat semua pihak bersiaga, ermasuk juga pihak Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah. Sebagai rumah sakit pusat rujukan, RSUP Sanglah berencana untuk melakukan penambahan tempat tidur dan SDM.
Direktur Utama RSUP Sanglah, dr. I Wayan Sudana, mengatakan jika kedeoannta diperlukan penambahan tempat tidur dan SDM untuk merawat pasuen covid pihaknya sudah siap melakukannya. "Jika nanti diperlukan tambahan Nakes karena lonjakan pasien covid tinggi, kami sudah menyiapkan rencana rekruitment," jelasnya.
Untuk saat ini, dr. Sudana mengatakan Penambahan tersebut belum dilakukan mengingat kondisi ruang rawat dan tenaga kesehatan yang dimiliki RSUP Sanglah masih memadai. Untuk tempat tidur di ruang perawatan covid-19 tingkat keterisiannya sebesar 74,6 persen dari total jumlah tempat tidur yang tersedia yakni 205 unit.
Adapun rincian pasien covid-19 yang dirawat di RSUP Sanglah saat ini sebanyak, 94 pasien dirawat di ICU, sedangkan jumlah temoat tidur di ruang ICU yang disediakan untuk pasien covid-19 sebanyak 123 unit. Sedangkan pasien non ICU sebanyak 61 pasien, sedangkan jumlah tempat tidur di ruang perawatan Non ICU sebanyak 82 unit.
Dengan masih adanya sisa tersebut, Sudana menyebutkan RSUP Sanglah belum memerlukan oenambahan unit temoat tidur untuk merawat pasien covid-19 baik untuk ruangan ICU atauoun non ICU. "Sedangkan untuk SDM, dalam hal ini tenaga kesehatan, masih dioptimalkan tenaga yang ada dengan jadwal kerja yang sudah diatur sehingga mereka tetap sehat selama bertugas," ungkapnya.
Selain SDM dan unit tempat tidur, dr. Sudana mengatakan pihak RSUP Sanglah juga memastikan stok ibat-obatan dan oksugen tetap aman. Untuk keperluan oksigen, Sudana mengatakan bahwa stok yang dimiliki pihaknya masih dalam kondisi aman. RSUP Sanglah Denpasar sendiri memiliki dua sumber oksigen, satu liquid dan satu gas dengan tabung.
Oksigen dalam bentuk liquid atau cair yang dimiliki sejumlah dua tangka, yang selalu diisi ulang dua hari sebelum habis. “Kebutuhan oksigen kami rata-rata 2000-2500 m2, sedangkan persedian hamper rata2 dua kali lipat atau 4000-5000 m2, sehingga persediaan oksigen aman. Pendistribusian juga tidak pernah terhalang. Jangan sampai persediaan ini jadi kurang,” tambahnya.
Editor : Nyoman Suarna