Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mengenal Bell's Palsy, Penyebab Muka Miring Sebelah

Nyoman Suarna • Kamis, 23 September 2021 | 02:59 WIB
Mengenal Bell
Mengenal Bell

DENPASAR, BALI EXPRESS- Bell's Palsy adalah kelumpuhan pada otot wajah yang menyebabkan salah satu sisi wajah tampak melorot. Kondisi ini dapat muncul secara tiba-tiba, namun biasanya tidak bersifat permanen.


Dokter spesialis saraf, RSUD Mangusada, dr. Gede Suputra. M.Biomed., Sp.N., menyebutkan di masyarakat banyak yang mengira Bell’s palsy sebagai stroke karena gejalanya serupa, yaitu kelumpuhan. "Padahal, kedua penyakit tersebut sebenarnya berbeda. Gejala Bell’s palsy hanya terbatas pada otot wajah dan sebagian besar penderita dapat pulih sepenuhnya dalam waktu 6 bulan," jelasnya.


Biasanya bell's palsy ini bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari usia remaja sampai dengan usia lansia atau mulai dari usia 15 tahun sampai dengan usia 60 tahun. Penyebab dari bells palsy ini adalah infeksi virus yang menyebabkan peradngan pada saraf wajah.


Peradangan pada saraf wajah inilah yang menyebabkan otot wajah melemah dan otot bentuk wajah yang berubah. "Selain itu, pendeeita Bells Palsy juga sering menunjukan kondisi sulit tersenyum, mata berair dan ngences tanpa disadari," lanjutnya.


Untuk mendiagnosisnya, dr. Suputra mengatakan diagnosis dilakukan dokter dengan melakukan pemeriksan gerakan wajah penderita. Di samping pemeriksaan fisik, serangkaian pemeriksaan lanjutan akan dilakukan, seperti tes darah, elektromiografi, serta pemindaian dengan CT scan dan MRI untuk mengetahui penyebab kelumpuhan otot wajah.


Terapi Bell’s palsy bertujuan untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah timbulnya komplikasi. "Terapi tersebut dilakukan dengan cara mengonsumsi obat-obatan dari dokter dan fisioterapi," tambahnya. 

Editor : Nyoman Suarna
#kesehatan #berita kesehatan