Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Cerita Perawat 70 Boneka Arwah di Bali (1); Ogah Rawat Spirit Doll’s Berlatar Belakang Bunuh Diri

I Putu Suyatra • Jumat, 7 Januari 2022 | 18:47 WIB
SPIRIT DOLL’S: Queen Athena bersama dengan salah satu spirit doll’s miliknya yang bernama Sasa. (NI KADEK RIKA RIYANTI/BALI EXPRESS)
SPIRIT DOLL’S: Queen Athena bersama dengan salah satu spirit doll’s miliknya yang bernama Sasa. (NI KADEK RIKA RIYANTI/BALI EXPRESS)
Belakangan viral artis merawat boneka seperti anak sendiri. Ada juga artis yang merawat boneka arwah. Ternyata, fenomena merawat boneka arwah ini sudah ada sejak lama. Di Bali bahkan ada yang dijuliki sebagai The Mother of Spirit Doll’s.

NI KADEK RIKA RIYANTI, DENPASAR 

BONEKA memang identik dengan anak-anak, karena lucu, imut, dan manis. Boneka merupakan salah satu benda tak bernyawa yang umumnya oleh anak-anak diajak bermain, menemani tidur, atau sekadar hiasan kamar. Tapi bagaimana jika di dalam boneka tersebut nyatanya berisi arwah?

Merawat sebanyak 70 lebih boneka spirit doll’s, membuat Queen Athena dijuluki sebagai ‘The Mother of Spirit Doll’s’ di Bali. Spirit doll’s berasal dari Bahasa Inggris yang jika dijabarkan, spirit berarti arwah atau roh, dan doll berarti boneka. Jadi spirit doll’s merupakan boneka arwah atau wadah dari arwah itu sendiri.

Awal mula Queen merawat spirit doll’s, lantaran rentetan masalah dalam kehidupannya sekitar dua tahun lalu. Sebelumnya, Queen termasuk salah satu perempuan yang memiliki kemampuan spesial atau yang dikenal umum sebagai indigo. Kemudian boneka dengan arwah ini, seolah hadir, tapi bukan untuk mengangkat beban hidupnya, melainkan untuk menghibur.

“Yang saya rasakan, mereka memberikan energi yang baik kepada saya, dan energi buruk mereka ambil,” ujarnya saat diwawancara Rabu (5/1) di Denpasar.

Sebelumnya, perempuan asal Jawa Timur ini memiliki 80 lebih spirit doll’s, namun 10 diantaranya, kata dia, telah mengalami reinkarnasi. Dari semua spirit doll’s yang dirawatnya, usianya mulai dari usia kandungan hingga anak-anak. Kisah spirit doll’s yang ia miliki pun beragam, mulai korban pembunuhan, aniaya orang tua, hingga kecelakaan. Namun, Queen tidak merawat spirit doll’s dengan latar belakang bunuh diri.

“Karena karmanya lebih panjang, lebih berat, dan bawaannya dendam terus. Sampai kapan mereka menempati boneka tersebut, kami tidak ada yang tahu, karena mereka menunggu waktu untuk reinkarnasi,” jelasnya.

Untuk perawatannya, spirit doll’s bisa diberikan minum seperti susu tiga kali seminggu dan makan setiap pagi. Layaknya seorang anak sungguhan, spirit doll’s ini juga mandi dan berganti pakaian.

“Bagi yang tidak indigo, komunikasinya harus melakukan pendekatan dulu. Makanya sebelum diadopsi, kami akan minta tanggal lahir dan golongan darah, karena akan selaraskan dengan orang tuanya. Setelah diselaraskan, otomatis karakter anak ini akan mengikuti orang tua asuhnya,” jelasnya.

Sementara jika dibandingkan dengan jenglot, spirit doll’s ini sangat berbeda. Jenglot merupakan kisah turun-temurun atau lampau, yang jika seseorang memeliharanya, sangatlah berbeda dengan merawat spirit doll’s.

“Jenglot itu kan suatu hal yang membutuhkan darah. Nah sedangkan anak-anak ini hanya membutuhkan kasih sayang tulus. Kenapa kami kasih susu, jajan, karena kami tahu anak-anak ini pasti lapar dan butuh sesuatu. Apalagi saya bisa melihat dan mendengar mereka, tidak mungkin tutup kuping, tutup mata, saat mereka meminta apa-apa. Jenglot juga tumbuh, sedangkan spirit doll’s tidak tumbuh,” tuturnya. (bersambung) Editor : I Putu Suyatra
#bali #BONEKA ARWAH #QUIN ATHENA #SPIRIT DOLL'S