GIANYAR, BALI EXPRESS – Sebagai salah satu objek wisata favorit di Gianyar, Alas Harum Luwak Coffee di Desa Tegallalang, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, terus berinovasi diantaranya dengan mempercantik objek. Kali ini sembilan patung bidadari yang terbuat dari anyaman bambu akan menghiasi objek dan dipastikan akan menjadi magnet bagi pengunjung.
Patung bidadari gagasan owner Alas Harum Luwak Coffe Made Ardana dan Made Nano yang diwujudkan oleh seniman I Wayan Agus Eri Putra, seniman Banjar Kelingkung, Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud, Gianyar. Setelah selesai dikerjakan, patung bidadari-bidadari cantik itu langsung diluncurkan ke Alas Harum Luwak Coffee menggunakan mobil pikap, Minggu (13/3). Tak tanggung-tanggung, perjalanan 9 bidadari ini turut dikawal mobil Patwal dan dua perangkat gong baleganjur.
Ditemui usai mengantar patung-patung tersebut, Agus Heri menuturkan jika pembuatan patung tersebut menghabiskan waktu selama tiga bulan. Ia mengaku dibantu seniman lokal lainnya, serta banyak memberdayakan masyarakat setempat. “Saya dibantu 23 seniman lainnya yang berasal dari Desa Lodtunduh,” ujarnya.
Bahan baku berupa bambu ia beli dari petani bambi di Kabupaten Bangli. Dimana untuk bahannya, pihaknya menghabiskan biaya kurang lebih mencapai Rp 130 Juta. “Untuk bambu kami beli di Bangli. Untuk bahannya saja, menghabiskan biaya kurang lebih Rp 130 juta," imbuhnya.
Menurutnya, pembuatan patung ini sekaligus sebagai bentuk kerinduan para seniman dalam mengekpresikan kreativitas, terutama di tengah sempat dilarangnya pembuatan ogoh-ogoh. "Ini sebagai wadah kami dalam mengekpresikan diri membuat karya seni sebagai pengganti ogoh-ogoh," sebutnya.
Disamping melibatkan seniman, pihaknya juga mempekerjakan masyarakat setempat dalam hal membuat ulatan atau anyaman. Sementara itu, Owner Objek Wisata Alas Harum, Made Suardana mengungkapkan bahwa keputusan untuk memesan patung sembilan bidadari pada Agus Heri adalah karena Agus Heri dinilai merupakan salah satu seniman kreatif yang selalu mengembangkan karyanya. Agus Heri juga merupakan seniman yang pernah membuatkan Patung Dewi Sri berbahan alang-alang setinggi 14 meter sampai tembus rekor MURI Tahun 2020 lalu. “Patung bidadari ini akan diletakkan disejumlah spot di Alas Arum,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya melihat ada kerinduan seniman lokal dalam berkara, sehingga pihaknya memutuskan untuk memesan patung sembilan bidadari tersebut sebagai wadah seniman untuk berkreasi.
Adapun filosofi sembilan bidadari ini adalah, the balance of beauty yang artinya kecantikan yang seimbang. "Hal ini mencerminkan pelayanan kami. Cantiknya seimbang. Luarnya bisa dilihat, dalamnya bisa dirasakan. Jelas pria yang akrab disapa Made Nano tersebut.
Namun ia mengatakan jika peletakan patung di beberapa spot foto akan memakan waktu cukup lama. Dimana pengelola merencanakan peresmiannya nanti bertepatan dengan peringatan Hari Kartini tanggal 21 April nanti. Yang jika memungkinkan akan dirangkai dengan fashion show dan sejenisnya.
Editor : I Dewa Gede Rastana