Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jasa Kremasi Hewan Peliharaan di Mengwi; Prosesinya Mirip dengan Manusia

I Putu Suyatra • Rabu, 4 Mei 2022 | 23:26 WIB
KREMASI: Ni Wayan Kembar saat memandikan anjing yang akan dikremasi, Selasa (3/5). (PUTU RESA KERTADEWANGGA/BALI EXPRESS)
KREMASI: Ni Wayan Kembar saat memandikan anjing yang akan dikremasi, Selasa (3/5). (PUTU RESA KERTADEWANGGA/BALI EXPRESS)
Kremasi umumnya dilakukan saat ada seseorang yang meninggal. Bahkan di Bali banyak dijumpai tempat kremasi. Namun tempat kremasi ini berbeda. Sebab, dikhususkan pada hewan peliharaan. Namanya, Cakra Kembar Bali Pet Burial Cremation. 

PUTU RESA KERTAWEDANGGA, Mengwi

KREMASI yang dilakukan oleh Cakra Kembar ini, hampir mirip dengan kremasi kepada manusia. Diawali dengan memandikan jenazah hewan, kemudian dihias dengan kamen dan ditaburi dengan bunga. Setelah itu, jenazah hewan akan dibakar sampai menjadi abu.

Pemilik kremasi hewan peliharaan ini adalah Ni Wayan Kembar, 63. Ia menjalani profesinya bersama dengan suami yakni Made Cakra, 63. Kremasi ini dijalankan berdasarkan usulan dari salah satu kerabatnya sejak tahun 2017. Area yang digunakan untuk tempat kremasi adalah tanah tegalan di Banjar Nyelati, Desa Kuwum, Kecamatan Mengwi, Badung, Bali.

“Tawaran itu datang saya dapat dari Bapak Tomy pemilik Sunset Vet. Bahkan kremasi pertama yang dilakukan oleh Sunset Vet,” ujar Kembar saat ditemui Selasa (3/5).

Tawaran tersebut diterima Kembar, lantaran suaminya juga memiliki jasa penyewaan kompor mayat yang sering digunakan saat upacara ngaben. Selain sebagai penyedia jasa kremasi hewan, wanita yang akrab disapa Dadong Oka ini juga menyediakan tempat penguburan hewan.

Umumnya kremasi dan penguburan hewan ini diminati oleh pecinta anjing dan kucing. Namun selain itu, ada juga yang menguburkan dan mengkremasi  hewan lain, seperti ikan arwana, kura-kura, burung,  dan lainnya.

Biasanya jasa Cakra kembar ini dilakukan kepada hewan peliharaan milik Warga Negara Asing dan beberapa dari warga Indonesia.

Menurutnya, kremasi yang dilakukan lantaran para penyayang hewan tersebut sudah menganggap peliharaannya seperti keluarga.

“Ada beberapa orang yang bilang peliharaan itu anaknya. Ada yang bilang, Dadong aku mau mengubur anakku ya, ternyata itu anjingnya,” ungkap ibu dari tiga anak tersebut.

Dalam proses kremasi, Dadong Oka mengatakan, hewan akan dimandikan terlebih dahulu, kemudian dibungkus kain, tabur bunga dan baru dikremasi.

Usai itu, abunya dibungkus kain putih lalu dimasukkan ke kendi. Kemudian abu di kendi itu diserahkan kembali ke pemiliknya.

Dalam prosesnya, Kembar juga meletakkan canang dibarengi dengan bunga dan kuwangen.

“Untuk penguburannya juga hampir sama prosesnya, dimandikan, diisi kain putih, diatasnya ditaburi bunga. dibawa ke kuburan. Di atas kuburan ditaburi bunga. kalau upakaranya dikasi punjung,” terangnya.

Setelah masuk ke dalam kendi, abu hewan peliharaan akan diberikan kepada pemiliknya.  Sementara untuk yang dikubur, kalau pemiliknya langsung datang akan diberikan nama di atas kuburannya. Saat proses kremasi dan penguburan kadang membuat pemiliknya sedih.

“Pernah  ada pemilik hewan itu ada sampai menangis melihat proses kremasi hewan peliharaanya,” jelasnya.

Jasa kremasi dan penguburan hewan ini, disebutkan ramai saat sebelum Covid-19. Hal ini dipengaruhi lantaran saat itu masih banyak WNA yang tinggal di Bali. Bahkan sempat dalam seharinya melakukan kremasi kepada puluhan hewan. “Kalau sebelum pandemi tergolong ramai, pernah dalam waktu sehari bisa mengubur dan kremasi total 34 jenis hewan.  Tapi pas pandemi ada saja,” sebutnya.

Jasa yang diberikan ini pun, cukup menambah penghasilan. Namun ia menyatakan bahwa menjalankan profesinya saat ini secara sukarela, apalagi ia merupakan pecinta hewan. Bahkan untuk kremasi maupun penguburan ia tidak mematok tarif tertentu.

“Kremasi dan penguburan ini memang saya tidak mematok harga, bahkan kalau ada yang tidak bayar pun saya layani. Tentunya kuburan yang ada di sini pun saya rawat dan saya berikan punjung yang isinya seperti makanan yang saya berikan kepada anjing di rumah,” ujar wanita yang memelihara anjing sebanyak 15 ekor tersebut. (*) Editor : I Putu Suyatra
#bali #mengwi #jasa kremasi hewan #badung