Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Coba Menginap di Rumah Warga Desa, Berbaur dan Tahu Aktivitas Khas Pedesaan

I Dewa Gede Rastana • Sabtu, 21 Mei 2022 | 03:31 WIB
Tamu-tamu mancanegara santap kuliner khas Bali saat menginap di rumah warga di Desa Bakas, Klungkung. (ISTIMEWA)
Tamu-tamu mancanegara santap kuliner khas Bali saat menginap di rumah warga di Desa Bakas, Klungkung. (ISTIMEWA)
KLUNGKUNG, BALI EXPRESS - Sensasi menginap di hotel, vila, maupun tempat penginapan lainnya, mungkin sudah biasa. Namun bagaimana rasanya jika tamu melihat langsung aktivitas warga di pedesaan yang sesungguhnya? Mungkin menginap di beberapa home stay di Desa Bakas jadi salah satu jawabannya.

 

Salah satu desa di Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, ini menawarkan paket menginap di rumah warga. Paket ini sebetulnya sudah ada sejak lama. Seiring dengan dikembangkannya Desa Wisata Bakas mulai 2017.

 

Warga berinisiatif untuk menyediakan sejumlah kamar kosong, yang tentunya layak dan nyaman untuk ditinggali. Kamar-kamar ini berada persis di area rumah warga. Secara khusus disewakan kepada sejumlah tamu yang ingin menginap.

 

Seperti apa rasanya, tentu layak untuk dicoba. Sebab pengelola sudah menerapkan standar pengelolaan pada umumnya. Dari sisi kebersihan juga sangat terjamin. Yang paling menarik bagi tamu adalah bisa merasakan langsung keseharian warga desa setempat.

 

Mulai dari bangun pagi, beraktivitas, hingga rehat dari rutinitas di malam hari. Karena lokasinya berada di rumah warga, tentu tamu bisa ngobrol sepuasnya dengan pemilik rumah. Jadi bisa dibayangkan, menginap sambil merasakan bagaimana kesan selama berada di tengah-tengah warga lokal.

 

Ketua Pengelola Desa Wisata Bakas, I Putu Mertha Astawa menjelaskan, kebanyakan tamu yang menginap di home stay milik warga adalah turis asing. Pengalaman berbaur dan bercengkerama di rumah penduduk jadi pengalaman baru bagi wisatawan. Karena itu, sejumlah home stay di Bakas tak pernah sepi dari turis asing.

 

Ia pun mengakui dari sekian destinasi, home stay salah satu yang diunggulkan Desa Bakas. Home stay yang ada tidak seperti yang dijumpai umumnya. Sangat sederhana. Terdiri dari kamar-kamar milik warga yang khusus diberikan kepada tamu yang ingin bermalam.

 

Inilah mengapa tamu bisa melihat aktivitas warga setempat secara langsung. "Jadi tamu-tamu suka itu. Mereka justru ingin tahu bagaimana warga Desa Bakas sehari-hari. Apa yang dilakukan. Mereka bisa ngobrol dengan warga," kata Putu Mertha Astawa.

 

Tidak cuma menginap, tamu yang datang ke Bakas wajib coba memasak masakan khas Bali. Pengelola juga membuka kelas memasak bagi tamu yang berminat. Jadi, selain mengadopsi kebiasaan warga setempat, tamu dapat ilmu plus memasak kuliner Bali. "Bisa jadi sepulang dari Bali, bule-bule mahir masakan Bali," celoteh pria yang juga akademisi di Politeknik Negeri Bali (PNB) ini.

 

Tamu-tamu juga bisa mengenal budaya Bali, dari warga yang gelar kegiatan kesenian di banjar-banjar. Pengelola akan senang hati mengantar tamu ke destinasi yang ada. Menurut Mertha, pola pengembangan wisata di Bakas fokus pada konsep agrowisata.

 

Desa Wisata Bakas, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, jadi satu dari 11 desa wisata di Bali yang diusulkan agar dikunjungi delegasi G20. Meski belum dapat kepastian, pengelola Desa Wisata Bakas sudah bersiap melakukan penataan dan pengembangan.

 

Salah satu yang tengah dijajaki adalah produksi suvenir. Yakni mengolah daun pandan harum jadi bahan kecantikan, pelengkap makanan dan minuman, hingga anyaman. "Target kami pengembangan industri kreatif saat ini. Sementara fokus di anyaman bambu. Kami rencana libatkan yang usia lanjut. Bulan Mei ini sosialisasi," pungkasnya. Editor : I Dewa Gede Rastana
#wisata pedesaan #berbaur #coba menginap #rumah warga desa #pariwisata klungkung #desa bakas