Jro Bayu Gendeng mengaku tidak mengenal Jro Jepang secara personal. Namun ia merasa kaget dengan tantangan Jro Jepang yang mengaku sebagai murid Pesulap Merah.
Dalam tanggapan video yang diunggah di akun Facebooknya, Jro Bayu Gendeng mengajak Jro Jepang untuk membuat konten-konten yang mengedukasi.
“Ayo tunjukkan prestasi, jangan tunjukkan sensasi,” ungkapnya.
Jro Bayu Gendeng juga memaparkan sejumlah prestasi yang ia raih selama menjadi praktisi paranormal. Sejak tahun 1999 ia sudah mewakili Bali menjadi paranormal keliling nusantara.
“Saya pernah menampilkan budaya-budaya supranatural khas Bali di Sulawesi, Makassar, Pare-pare, Bone, Gorontalo, dan di pedalaman Jambi dalam sebuah gebyar paranormal Indonesia,” paparnya.
Bahkan Jro Bayu Gendeng juga menyebut menjadi juara 2 atau runner- up dalam ajang “The Master” pada tahun 2009 bersama Master Limbad. Ia juga menjadi juara 1 berkal-kali dalam lomba perbatuan tingkat nasional dengan memperkenalkan batu akik khas Bali.
“Perlu Anda ketahui, tahun 2022 ini saya mengangkat minuman herbal Bali (loloh-read) dan mendapatkan juara 1 se-Provinsi Bali dalam PKB,” paparnya.
Pada akhir video Jro Bayu Gendeng menegaskan, jadilah manusia berprestasi dan mengharumkan nama daerah, bukan manusia sarat sensasi.
“Anda Jro Jukut Jepang, prestasi apa yang sudah Anda buat, selain membuat video tantang-menantang? Ingat pesan saya, ‘Musuh jangan dicari, tetapi bila ada yang datang bahkan menantang, pantang melarikan diri. Di luar Bali Made Bayu Gendeng tak pernah gentar apalagi di bumi pertiwi,” tantangnya penuh amarah. Editor : Nyoman Suarna