Sebelumnya, Dedi digugat cerai oleh istrinya Anne Ratna Mustika yang kini menjabat sebagai bupati Purwakarta.
Melalui video di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71 yang diunggah, Kamis (3/11), Kang Dedi memaparkan alasan ia naik angkot menuju pengadilan agama. Menurutnya, sebenarnya ia tak berniat hadir ke tempat yang ia rasa sia-sia itu. Namun karena kewajiban undang-undang, ia pun harus hadir.
Ia pun memaparkan menggunakan angkot ke pengadilan agama, sebab ia pernah menjadi sopir angkot sehingga perasaan itu kembali hadir, merasakan susahnya kehidupan mereka setiap hari. Selain itu, ada banyak hikmah yang didapat oleh orang-orang dari perjalanannya ke tempat yang sia-sia itu (pengadilan agama, red).
“Ya minimal perjalanan menuju tempat sia-sia itu, tempat yang menyianyiakan waktu dan hati orang yang mendapat hikmah,” jelasnya.
Pertama adalah penumpang lain yang berada dalam satu angkot dengan Kang Dedi. Mereka anak-anak sekolah yang minimal dibayari naik angkot. Kemudian sopir angkot yang mendapat keberkahan dengan minimal dua minggu tidak perlu nyupir angkot.
“Kalau keluarga kami sedang mengalami ujian, minimal ada satu keluarga yang mendapat konpensasi kebahagiaan. Begitu juga waktu pulang, ada penumpang lain yang dibayarin dan sopir yang mendapat keberkahan lagi,” jelasnya.
Meski tidak lagi menjabat sebagai kepala daerah, Kang Dedi berharap dapat mewakili perasaan dari orang-orang tersebut. Editor : Nyoman Suarna