Dalam video terlihat pemuda santri itu berhasil dimediumisasi oleh Dewa Siwa dan Dewa Krisna. Bahkan saat mediumisasi terlihat pemuda itu mengaku, jika Dewa Siwa dan Dewa Krisna telah masuk Islam. Entah ini konten hanya hiburan atau tidak, tapi apabila dibiarkan, dampaknya akan membuat keretakan hubungan antarumat beragama.
Menanggapi video viral tersebut, Jro Panca dalam kanal Youtube Taksu Poleng mengungkapkan, Tuhan memanifestasikan dirinya menjadi para dewa. Kemudian maha Rsi menciptakan “jalan” untuk mengetahui kehidupan para dewa yang disebut dengan kepercayaan atau agama.
“Jika mengacu dari itu, ada dewa dulu baru agama, karena dewa itu universal, namun maha Rsi lah yang mencari jalan ‘agama’ untuk kita mencapai kehidupan para dewa itu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Jro Panca menyebut, Tuhan dalam manifestasinya dapat disebut dengan berbagai nama, tergantung kepercayaan.
“Misalnya Dewa Siwa adalah sebutan Tuhan bagi orang-orang beragama Hindu, bukan berarti Dewa Siwa itu beragama Hindu. Bisa saja orang dengan agama lain menyebut Dewa Siwa dengan sebutan yang berbeda, tergantung kepercayaannya. Dalam agama Hindu, kita sepakat ketika Tuhan memiliki kasih sayang dan memiliki tugas melebur, kita sebut dengan Siwa,” jelas Jro Panca.
Terkait dengan video viral itu, Jro Panca mengungkap bahwa tidak sembarang orang dapat melakukan mediumisasi dengan dewa apalagi setingkat Dewa Siwa. Bisa saja dalam video orang tersebut dirasuki makhluk astral yang mengatasnamakan Dewa Siwa.
“Apalagi sampai mengklaim soal beragama, lucu saja kalau dewa itu dikatakan memiliki agama,” pungkasnya.