"Pertanyaan saya, bukan masalah Fajar diundang ke sini apa nggak, bukan masalah Fajar ada di media sosial apa nggak, bukan masalah Fajar nangis-nangis beneran apa nggak, bikin quotes, mau pacaran umur 15 tahun, bukan itu. Pemasalahannya adalah dia pada saat ada TV, mana KPI?" ujarnya tajam.
Suami Sabrina Chairunnisa tersebut kemudian membandingkan jumlah penonton Fajar Sad Boy dengan tayangan yang menampilkan pemenang olimpiade matematika. Namun menurut Deddy, bukan itu masalahnya.
"Yang jelas, bukan karya, bukan prestasi. Penontonnya jutaan," kata Deddy Corbuzier.
Deddy Corbuzier mempertanyakan peran KPI yang menyebut diri mereka sebagai pelindung hak anak-anak. YouTuber populer ini bahkan menyebutkan tentang pasal yang mendukung argumennya.
"Kan katanya Anda melindungi hak anak-anak. Saya pernah di Hitam Putih ngundang anak kecil, kena KPI. Kena saya. Pertanyaannya sekarang, ketika Fajar Sad Boy dan mantannya, usia di bawah umur masuk ke dalam TV, mana KPI?" tandasnya.
Merujuk pada Pasal 29 peraturan KPI tentang pedoman perilaku penyiaran disebutkan bahwa lembaga penyiaran tidak boleh mewawancarai anak-anak di bawah umur 18 tahun di luar kapasitas mereka serta wajib mempertimbangkan keamanan dan masa depan mereka.
"Kok nggak ada? Kok (Fajar Sad Boy) masih bisa tetap muncul (di TV)? Apa Anda sibuk ngeblur tetek (payudara) sapi?" lanjutnya terang-terangan menyindir aksi KPI yang asal main sensor.
Menurut Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siar (P3SPS), anak di bawah 18 tahun termasuk Fajar Sadboy tidak boleh diwawancarai. Hal tersebut juga pernah dialami Deddy Corbuzier saat menjadi host acara Hitam Putih. Editor : Nyoman Suarna