JEMBRANA, BALI EXPRESS - Seorang balita dari Bali bernama Mas Raditya, 4 di Kabupaten Jembrana mengalami hipospadia. Yakni suatu kondisi ketika lubang kencing berada pada bagian bawah dan bukannya di ujung.
Hingga kini balita asal Banjar Kelapa Balian, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, itu belum mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Ahmad Sofyan dan Ibu Mas Nur Rahmania selaku orang tua berharap anaknya bisa segera mendapatkan tindakan (operasi) di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Ngoerah.
“Kami sudah setahun lebih menunggu kabar kapan akan dioperasi. Karena sebelumnya kami diminta hanya menunggu,” ujar Nur Rahmania.
Saat ini, seiring bertambahnya usia sang anak, Mas Rahmania menyebutkan jika anaknya itu sering mengeluh saat hendak buang air kecil.
Kondisi itu sudah ia sampaikan ke beberapa warga atau teman lainnya.
“Sudah saya laporka ke Kelian Banjar Kelapa Balian, Desa Pengambengan dengan harapan bisa langsung ke RS Prof Ngurah sehingga mendapat penanganan,” ujarnya.
Tidak hanya belum mendapatkan kepastian kapan akan diambil tindakan operasi, pihaknya saat ini mengaku kesulitan biaya transportasi untuk bisa dipaai beribat ke RSUP Prof Ngurah.
“Kami memang sempat dibantu Komunitas Relawan Jembrana (KRJ) dan juga dari GPL Gerakan Pemuda Loloan (GPL),” imbuhnya.
Ia menambahkan, sejatinya beberapa hari lalu mereka sempat ke RSUP Prof Ngurah untuk mengetahui kepastian operasi anaknya.
Namun okeh pihak rumah sakit diminta datang kembali pada hari Jumat (4/7) mendatang.
“Kemarin kami ke RSUP berbekal bantuan dari para relawan. Namun diminta datang tanggal 4 Agustus. Katanya nanti dapat kamar. Kami tidak tahu apakah dapat kamar untuk segera dioperasi apa bagaimana,” terangnya.
Kini mereka hanya bisa pasrah menunggu informasi dari pihak rumah sakit. Meski begitu, keduanya berharap anak mereka bisa lebih cepat dioperasi.
Editor : I Putu Suyatra