Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sejarah Desa Kutuh, Tempat Pantai Pandawa, Favorit Wisatawan ke Bali; Berawal dari Perjalanan Ibu dan Anak

I Putu Suyatra • Sabtu, 29 Juli 2023 | 23:05 WIB
Pantai Pandawa yang terletak di Desa Kutuh, Kabupaten Badung, Provinsi Bali.
Pantai Pandawa yang terletak di Desa Kutuh, Kabupaten Badung, Provinsi Bali.

BADUNG, BALI EXPRESS - Pantai Pandawa adalah salah satu tempat wisata favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali. Nah, pantai ini terletak di Desa Kutuh, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Berikut sejarah desa yang terletak di Badung selatan tersebut.

Berdasarkan situs resmi Desa Kutuh, kutuh-badung.desa.id sejarah desa ini berawal pada tahun 1682.

Saat itu, Kerajaan Badung dipimpin oleh Raja Badung, Ida COkorda III yang bergelar Kyai Anglurah Pemecutan III.

Pada suatu hari beliau melakukan perjalanan memasuki hutan belantara yang sangat keramat, indah dan nyaman dihati beliau.

Daerah tersebut berada diwilayah Kaki Pulau Bali bagian selatan. Di dalam hutan tersebut tidak disangka Beliau bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik rupawan bagaikan seorang bidadari, yang Bernama Ni Rangdu Kuning yang dapat  menggoda hati setiap laki-laki yang menjumpainya.

Sebagai seorang lelaki yang sempurna beliau pun jatuh cinta sama Ni Rangdu Kuning yang akhirnya dinikahinya.

Dari hasil perkawinannya dengan Ni Rangdu Kuning lahirlah seorang Putra yang diberi nama I Gusti Ngurah Ungasan.

Pada suatu saat Ni Rangdu Kuning ditinggal oleh Sang Raja ke Puri Pemecutan dan tidak pernah kembali lagi, maka Ni Rangdu Kuning tinggal sendirian bersama putranya.

Karena lama Sang Raja tidak kembali maka Ni Rangdu Kuning mulai melakukan perjalanan ke arah timur dan sampailah di suatu tempat yang tidak diketahui namanya dan daerah tersebut banyak ditumbuhi oleh Pohon Kayu Kutuh yang besar – besar, dan sebagai bukti sampai sekarang ada dua pohon Kayu Kutuh yang sangat besar.

Karena daerah yang dijumpai tersebut banyak ditumbuhi pohon Kayu Kutuh yang menjadi tempat tinggal Ni Rangdu Kuning, maka tempat tersebut diberi nama Kutuh oleh beliau, dan seterusnya oleh masyarakat  setempat dijadikan nama Desa yaitu Desa Kutuh (Desa Adat Kutuh).

Pada Jaman Penjajahan Belanda di Indonesia, maka Desa Kutuh dijadikan Perbekelan Desa Kutuh yang dipimpin oleh seorang Perbekel.

Pada masa kekalahan Pemerintahan Kolonial Belanda di Indonesia juga membawa dampak kepada Perbekelan Desa Kutuh menjadi satu pemerintahan dengan Desa Ungasan yang berpusat di Desa Ungasan.

Bergabungnya Perbekelan Desa Kutuh dengan Perbekelan Desa Ungasan yaitu pada Tahun 1941 sampai Tahun 2002.

Atas segala perjuangan masyarakat khususnya para Prajuru Desa, maka pada tanggal 25 Juni Tahun 1999 disetujui oleh Pemerintah Kabupaten Badung menjadi Desa Persiapan Kutuh, dengan Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali Nomor : 273 Tahun 1999.

Untuk terlaksananya Pemerintahan Desa Persiapan Kutuh diangkat Drs I Nyoman Mesir sebagai Pejabat Kepala Desa Persiapan Kutuh yang dilengkapi dengan seorang Sekretaris Desa yaitu Ir. I Nyoman Ccamang Pada tahun 2000.

Baru pada Tahun 2002 Desa Kutuh menjadi Desa Devinitif dengan Surat Keputusan Bupati Badung Nomor : 342 Tahun 2002, Tanggal 12 Maret 2002 yang diresmikan oleh Bupati Badung Anak Agung Oka Ratmadi SH pada tanggal 12 Maret 2002.

Editor : I Putu Suyatra
#bali #sejarah #Pantai pandawa #badung #desa kutuh