Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sosok Nyoman Mulyadi, Kader PDIP yang Dicoret dari Bakal Caleg DPRD Bali Hingga Timbulkan Reaksi Pendukungnya

IGA Kusuma Yoni • Kamis, 17 Agustus 2023 | 22:05 WIB
Ketua PAC PDIP Kediri Nyoman Mulyadi yang dicoret dari daftar caleg PDIP untuk maju ke DPRD Bali.
Ketua PAC PDIP Kediri Nyoman Mulyadi yang dicoret dari daftar caleg PDIP untuk maju ke DPRD Bali.

TABANAN, BALI EXPRESS– Sejak beberapa waktu lalu, nama Nyoman Mulyadi menjadi trending di Bali.  Itu karena namanya dicoret sebagai bakal calon anggota legislatif (caleg) PDIP untuk tarung ke DPRD Bali. 

Pencoretan nama Nyoman Mulyadi menimbulkan reaksi. Pendukungnya menggelar aksi damai di Kantor DPD PDIP Bali, Rabu 16 Agustus 2023.

Aksi damai ini dilakukan sebagai bentuk asiprasi loyalis Nyoman Mulyadi lantaran namanya hilang dari daftar bakal caleg DPRD Bali. Siapa sebenarnya Nyoman Mulyadi ini? 

Ketika ditemui di rumahnya di Banjar Panti, Desa Kediri, Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, Mulyadi tampak begitu ramah. Ia pun berbagi cerita mengenai perjalanan kariernya yang tak hanya terjun di dunia politik.

“Selamat Hari Kemerdekaan dan silakan duduk, anggap saja seperti di rumah sendiri jangan sungkan,” sapa Mulyadi.

Bapak tiga anak ini, memulai perkenalannya dengan menceritakan perjalanan karirnya sebagai seorang pengusaha.

Mulyadi menyebutkan memang saat ini dirinya lebih dikenal sebagai seorang pengusaha.

Namun dikatakannya, awal karirnya sebagai pengusaha ternyata tidak di industri tekstil, melainkan bergerak di sektor property.

“Awalnya saya ini hanya makelar tanah, saya mulai belajar jadi makelar itu tahun 2002 setelah saya berkeluarga,” jelasnya.

Seiring dengan perkembangan usahanya, akhirnya usaha jual beli tanah yang dilakoninya terus berkembang, hingga akhirnya merambah sektor usaha lainnya. 

Jika Mulyadi memulai karirnya sebagai pengusaha sejak tahun 2002 lalu, berbeda dengan karir politiknya.

Mulyadi sudah menjadi simpatisan PDI Perjuangan sejak tahun 1986 silam, hingga akhirnya menjadi anggota dan memiliki KTA pada tahun 2001.

Selama menjadi anggota partai, sebenarnya Nyoman Mulyadi sudah beberapa kali dipilih secara aklamasi untuk menjadi Ketua PAC PDIP Kediri.

Salah satunya pada periode pemilihan 2016-2017 yang sudah terpilih secara aklamasi namun Mulyadi memilih menyerahkan jabatan sebagai Ketua PAC kepada kader lain, yakni I Made Edi Wirawan (Wakil Bupati Tabanan saat ini).

“Saya menyerahkan jabatan ketua PAC Kediri kepada Pak Edi, yang sekarang Pak Wakil Bupati, karena ingin menghindari konflik internal di tubuh PDIP Tabanan, dan saya pribadi tidak masalah dengan tidak menjadi ketua PAC,” ungkapnya.

Selanjutnya pada pemilihan ketua PAC periode 2020-2025, Mulyadi mengaku ketika pemilihan Ketua PAC memilih untuk tidak datang.

“Namun saya ditelepon oleh Pak Ketua DPC yang tidak lain adalah Pak Bupati Sanjaya, dan Pak Ketua minta tolong supaya saya mau menjadi ketua. Ya karena perintah dari Pak Ketua ya akhirnya saya terima. Dan sejak tahun 2020 saya beneran menjadi ketua PAC PDIP Kediri,” paparnya.

Sebelum namanya lolos menjadi nama bakal caleg DPRD Bali berdasarkan rekomendasi DPC PDIP Tabanan untuk Pemilu 2024 mendatang, ternyata Nyoman Mulyadi hampir setiap hajatan pemilu pasti mendapat rekomendasi dari masyarakat, khususnya masyarakat di Kecamatan Kediri untuk ambil bagian dalam ajang kontestasi politik. 

Hingga akhirnya, pada tahun pada Pilkada Tabanan 2020 lalu, Nyoman Mulyadi ternyata sempat ikut meramaikan bursa pilkada dengan mendaftarkan diri sebagai calon wakil bupati.

Selanjutnya adalah pada proses penjaringan calon legislatif untuk duduk di DPRD Bali pada pemilu mendatang, nama Nyoman Mulyadi lolos sebagai calon yang lolos dan sudah diplenokan oleh DPC.

Dalam usulan DPC itu, nama Nyoman Mulyadi ada di urutan kelima, dengan urutan pertama Ketut Suryadi (saat ini anggota DPRD Bali), Made Suparta (Anggota DPRD Provinsi Bali), I Gusti Ayu Komang Sri Indriani (wiraswasta), Ketut Purnaya (anggota DPRD Provinsi Bali), Nyoman Mulyadi dan Ni Luh Leoni Wahyu Lestari (pekerja swasta).

Meski namanya sudah masuk daftar rekomendasi DPC berdasarkan rapat pleno, namun ketika pengumuman daftar calon sementara caleg Pileg 2024, nama Nyoman Mulyadi hilang dan digantikan oleh calon lain.

Meski dizolimi karena dicoret tanpa pemberitahuan, namun Mulyadi mengaku legowo karena itu bukan kewenangannya. 

“Ya sebenarnya, ketika nama saya tidak keluar, ya sudah lah selesai urusan. Tapi kan di sini masyarakat merasa tidak nyaman dan saya memang memerlukan usaha untuk menenangkan masa. Sejak awal saya sudah sampaikan jika itu keputusannya,” lanjutnya. 

Meski mengaku legowo, namun jika nanti ada pertimbangan lain terkait status pencalonannya, Mulyadi mengaku akan tetap tunduk kepada perintah partai dan menjalankan apapun keputusan partai. 

“Saya sebagai petugas partai, harus siap diperintahkan oleh partai apapun itu. Namun jika tidak menjadi calon pun biasa saja. Life must go on, hidup kan harus terus berjalan, jadi meskipun tidak menjadi caleg, saya masih tetap bisa bermasyarakat dan diterima oleh masyarakat, dan semoga saya tetap bisa berguna dan membantu semampu saya,” tambahnya. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#dprd bali #pdip #Nyoman Mulyadi