Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

SDN 5 Ringdikit, Sekolah di Bali yang Viral karena sebagian Siswanya Harus Menyeberangi Sungai

Dian Suryantini • Minggu, 3 September 2023 | 21:34 WIB
Siswa dari wilayah Desa Lokapaksa dan Desa Ularan, Buleleng, Bali, menyeberang sungai menuju sekolah.
Siswa dari wilayah Desa Lokapaksa dan Desa Ularan, Buleleng, Bali, menyeberang sungai menuju sekolah.

SINGARAJA, BALI EXPRESS - SDN 5 Ringdikit berlokasi di pelosok. Sekolah ini viral karena beberapa siswanya harus menyeberangi sungai untuk sampai ke sekolah.

Dekat dengan sungai yang memisahkan antara Desa Ringdikit, Desa Ularan dan Desa Lokapaksa di Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali.

Siswa yang sekolah di SDN 5 Ringdikit ini dominan dari Desa Ularan dan Desa Lokapaksa.

Jika siswa-siswa tersebut bersekolah di SD masing-masing desa, maka harus menempuh rute memutar dan jauh. 

Kepala SDN 5 Ringdikit, I Nyoman Aryadha menyebut sekolah tersbut adalah sekolah alternatif.

Bila sekolah ini dibubarkan maka banyak anak-anak yang dropout. Sehingga sekolah itu tetap bertahan.

"Kalau ini ditutup anak-anak yang dari pinggiran ini semuanya tidak akan sekolah. Karena kalau di sekolah yang sudah ada mereka jauh dan harus memutar. Jadi mereka sekolah disini," terangnya, Minggu (3/9). 

Jumlah siswa di SDN 5 Ringdikit hanya 45 siswa. Bahkan satu kelas ada yang berjumlah 3 orang.

Disamping itu, jumlah guru juga belum memadai.

Di sekolah ini masih kekurangan guru kelas. 

Aryadha pun tidak menampik sekolah yang ia pimpin kekurangan siswa. Namun sekali lagi, sekolah tersebut tidak mungkin ditutup.

"Kami kurang guru kelas lagi 2. Di sini ada 4 guru PNS termasuk saya dan 3 guru PPPK. Saya merangkap ngajar juga," terangnya.

Menyoal pembangunan jembatan yang dilakukan orangtua siswa, pihak sekolah pun mendukung penuh.

Kendati tak dapat membantu dalam bentuk finansial, pihak sekolah memaklumi keterlambatan anak-anak yang berangkat sekolah dengan menyeberang sungai. 

"Sejauh ini tidak ada yang terlambat. Semangat mereka sangat tinggi. Kami disini tidak terlalu ketat soal waktu. Karena kami tahu kondisinya seperti itu. Belum lagi kalau banjir. Kalau diketatkan peraturannya kasihan siswa, kasihan orangtuanya juga," tegasnya.

Editor : I Putu Suyatra
#bali #jembatan #Ringdikit #siswa #sungai #buleleng