GIANYAR, BALI EXPRESS - Penampilan Selonding, dari kelompok Gamelan Suling Gita Semara berhasil memukau para musisi mancanegara yang menghadiri acara Indonesian Music Expo (IMEX) di Museum Puri Lukisan Ubud, Gianyar, Bali, pada Kamis (21/9) malam.
I Wayan Sudiarsa, yang juga dikenal sebagai Pacet, selaku komposer dari kelompok Gamelan Suling Gita Semara, Peliatan, Ubud, Gianyar, berkomitmen kuat untuk memperkenalkan seni Gamelan Selonding kepada khalayak yang lebih luas.
Bahkan dia ingin gamelan khas Bali ini bisa dikenal di tingkat internasional.
Selain menjadi seorang dosen, Pacet juga memiliki tekad kuat untuk membawa kesenian Gamelan Selonding Bali menjadi terkenal di seluruh dunia.
Pada malam tersebut, Pacet dan tujuh rekan musisinya tampil mengesankan di panggung IMEX yang disaksikan oleh ribuan penonton, termasuk wisatawan asing, lokal, dan juga delegasi dari berbagai negara.
Momen istimewa ini adalah ketika kelompok Gamelan Suling Gita Semara, Peliatan, Ubud, mendapat kesempatan tampil di ajang Indonesian Music Expo (IMEX).
IMEX adalah sebuah event berstandar internasional yang menampilkan penyanyi, musisi, dan komposer musik tradisional dari seluruh Nusantara.
IMEX diadakan di Museum Puri Lukisan, Ubud, Gianyar, pada Kamis (21/9) malam, dan dihadiri oleh delegasi dari berbagai negara di seluruh dunia.
"Kami memanfaatkan kesempatan ini untuk memperlihatkan eksistensi Gamelan Selonding Bali yang kami miliki," kata Pacet.
Ia menjelaskan bahwa Gamelan Selonding adalah seni tradisional klasik yang berasal dari Desa Tenganan, Karangasem.
Melalui event world music bertema "A Paradise for World Music" ini, Pacet juga ingin membuktikan bahwa Gamelan Selonding, yang sering kali dianggap klasik dan misterius, sebenarnya sangat fleksibel untuk dikembangkan.
Salah satu buktinya adalah penggunaan vokal dalam pertunjukan mereka, seperti yang mereka sajikan di atas panggung.
"Kami ingin menunjukkan bahwa Gamelan Selonding, yang memiliki unsur ritual dan kesan mistis, sebenarnya sangat fleksibel dalam perkembangannya. Salah satu cara kami mengembangkannya adalah dengan menghadirkan vokal dalam penampilan," tambahnya.
Meskipun begitu, ia menegaskan bahwa improvisasi yang mereka lakukan selalu mengikuti pedoman tradisional yang ada dan tidak melenceng dari tradisi.
Sementara itu, Edi Irawan, Pokja Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Baru, Direktorat Jenderal Kebudayaan RI, yang juga hadir dalam pertunjukan tersebut, menyatakan komitmennya terhadap penyelenggaraan IMEX.
Baginya, event internasional seperti ini merupakan salah satu cara untuk memajukan musik tradisional Indonesia ke tingkat global.
"Kesempatan ini juga merupakan platform baru bagi para seniman untuk memperlihatkan bakat mereka. Kami berharap rekan-rekan seniman memanfaatkan kesempatan ini semaksimal mungkin," kata Irawan.