Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tercatat Sebagai Wartawan Perempuan Pertama di Indonesia, Ini Jejak Sejarah Rohana Kudus

Dian Suryantini • Jumat, 22 Desember 2023 | 19:25 WIB
WARTAWAN PERTAMA: Rohana Kudus merupakan wartawan perempuan pertama di Indonesia. Banyak jejak sejarah yang ditinggalkan wanita kelahiran Minangkabau ini.
WARTAWAN PERTAMA: Rohana Kudus merupakan wartawan perempuan pertama di Indonesia. Banyak jejak sejarah yang ditinggalkan wanita kelahiran Minangkabau ini.

BALI EXPRESS - Tanah Minang dikenal sebagai tempat lahirnya perempuan-perempuan cerdas dan tangguh.

Salah satu tokoh yang mencatat sejarah sebagai wartawati pertama Indonesia dan pendiri sekaligus pemimpin redaksi perempuan pertama sebuah surat kabar untuk perempuan adalah Rohana Kudus.

Ia lahir di Koto Gadang pada 20 Desember 1884 dan tumbuh dalam keluarga yang memiliki peran penting dalam masyarakat Minangkabau.

Mengutip dari tayangan Kompas TV (https://www.youtube.com/watch?v=sJEUlsL0e1g&t=6s), pada masa penjajahan Belanda yang berlangsung selama tiga setengah abad, masyarakat Nusantara tidak hanya mengalami kemiskinan fisik tetapi juga terbelenggu intelektualitasnya.

Rohana Kudus tumbuh di tengah situasi ini dan merasakan betapa informasi dan ilmu pengetahuan ditutup rapat bagi kaum pribumi, terutama perempuan.

Dalam upaya melawan ketidakadilan tersebut, Rohana Kudus memilih jalan wartawan untuk menyuarakan hak-hak kaum perempuan.

Pada awalnya, ia menjadi kontributor di surat kabar Putri Hindia bersama Ratna Juwita. Namun, keinginan membuka cakrawala pengetahuan dan menyebarkan kesadaran kolektif masyarakat Indonesia mendorongnya untuk mendirikan surat kabar perempuan pertama, yaitu "Sunting Melayu," pada bulan Januari 1912.

Rohana Kudus yakin bahwa apa yang ia lakukan melalui surat kabar dapat memberikan kontribusi besar bagi kemajuan kaum perempuan.

Ia meminta rubrik khusus perempuan kepada Datuk Sultan Maharaja, pendiri surat kabar Utusan Melayu.

Permintaannya tidak hanya dijawab dengan rubrik khusus perempuan, tetapi juga dengan surat kabar khusus untuk perempuan.

"Sunting Melayu" menjadi media yang diisi dan dikelola oleh para perempuan jurnalis.

Perjalanan Rohana Kudus di dunia pers tidak berhenti setelah "Sunting Melayu" berhenti terbit pada tahun 1921.

Meski surat kabar tersebut berhenti, Rohana Kudus terus meneruskan perjuangan wartawannya melalui radio. Ia menjadi redaktur berita radio di Padang.

Selain menjadi wartawati, Rohana Kudus juga aktif dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Di tengah perang revolusi, ia mengambil peran penting dengan membuat dapur umum untuk wilayah Koto Gadang, Bukittinggi, dan sekitarnya.

Ia juga memberikan saran untuk mengumpulkan dana revolusi, mirip dengan cara studiofon di Kota Gadang.

Pendidikan juga menjadi fokus perhatian Rohana Kudus. Ia mendirikan sekolah yang mengajarkan keterampilan kerajinan, seperti menyulam dan menenun, sehingga perempuan tidak hanya memperoleh pendidikan formal tetapi juga keterampilan yang dapat meningkatkan perekonomian mereka.

Rohana Kudus meninggal pada tahun 1972, tetapi warisannya terus hidup.

Pada tahun 2019, pemerintah Republik Indonesia memberikan gelar pahlawan nasional untuk menghormati peran besar yang telah dimainkannya dalam perjuangan kemerdekaan dan advokasi hak-hak perempuan.

Sosok Rohana Kudus tidak hanya menginspirasi generasi perempuan di Minangkabau tetapi juga di seluruh Indonesia. Nama dan karyanya menjadi simbol perempuan tangguh, cerdas, dan berani yang memberikan kontribusi besar dalam memajukan bangsa.

Perjuangan Rohana Kudus membuka jalan bagi kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di Indonesia. 

SERIUS: Bagian Perekonomian dan SDA Setkab Sumenep menggelar rakor dengan perwakilan manajemen semua BUMD di ruang rapat Arya Wiraraja, Senin (27/11). (BAGIAN PEREKONOMIAN DAN SDA UNTUK JPRM)
SERIUS: Bagian Perekonomian dan SDA Setkab Sumenep menggelar rakor dengan perwakilan manajemen semua BUMD di ruang rapat Arya Wiraraja, Senin (27/11). (BAGIAN PEREKONOMIAN DAN SDA UNTUK JPRM)
Editor : Nyoman Suarna
#wartawan #Pertama #rohana kudus #perempuan #indonesia