Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Korban Tragedi di Bali Memantik Rasa Kemanusiaan: Galang Dana untuk Kadek Angkasa Saat Mengarak Ogoh-ogoh

Dian Suryantini • Senin, 11 Maret 2024 | 03:43 WIB
Galang dana untuk Kadek Angkasa, korban tanah longsor di Gitgit, Buleleng, Bali.
Galang dana untuk Kadek Angkasa, korban tanah longsor di Gitgit, Buleleng, Bali.

BALI EXPRESS - Meninggalnya Kadek Angkasa, 19, seorang remaja asal Desa Menyali, Buleleng, Bali pada tragedi tanah longsor KM 18 Desa Gitgit, saat Hari Raya Kuningan, Sabtu (9/3) membuat keluarga dan kerabatnya berduka.

Tragedi itu juga memantik rasa kemanusiaan warga di kampung halaman Kadek Angkasa.

Sebab, saat pengarakan ogoh-ogoh pada hari pengerupukan, Minggu (10/3), mereka menggalang dana untuk Kadek Angkasa.

Penggalangan dana sambil mengarak ogoh-ogoh itu disiarkan langsung oleh akun facebook Semuuk Ney

"Ajak amone ngacepang Kadek Angkasa dikedituan (Sebanyak ini yang mendoakan Kadek Angkasa di alam sana, Red)," tulis pemilik akun Semuuk Ney.

Siaran langsung itu pun langsung dibagikan oleh banyak pengguna media sosial Facebook.
Komentar dukungan dan doa untuk korban juga terus mengalir.

"Menyali berduka,smua pikiran menuju angkasa????banyak doa tertuju utk,mu," tulis Niluh Miadi.

"Rasa NU sg percaya dek angkasa be sg NU. Semoga kamu tenang disurga dek," kata Githa Geg.

"Terbang yang tinggi angkasa???? Happy in heaven," sambung Sania Juliantini.

"Amor rink acintya.... Salut dengan gerakan donasinnya mantap lanjutkan," kata Bayu Aviero.

"Aku yg ngk kenal sama Kadek Angkasa tapi sedih nya menyentuh hati banget,semoga kamu dapat tempat terhindah di surga yaa anak ganteng,terbang lah setinggi mungkin ke angkasa,surga menanti kamu syg," kata Gek Enix.

"Tyang juga ngebayangin pas ditimbun dan pas kluarganya tau di hari raya kuningan," kata Luh Meri Mentik.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sabtu (9/3) lalu, hujan deras yang disertai angin kencang melanda Buleleng, Bali, menyebabkan bencana di beberapa wilayah.

Gorong-gorong tidak mampu menampung debit air yang deras, mengakibatkan banjir di berbagai ruas jalan.

Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng menjadi salah satu yang terdampak, dengan beberapa rumah dan kebun agro milik warga terendam banjir.

Tak hanya banjir, longsor juga menerjang kawasan puncak.

Di jalur baru Singaraja-Mengwitani, material longsor menutupi jalan, memaksa para pengendara berputar arah atau menunggu situasi kondusif.

Di Desa Gitgit, longsor yang terjadi pada pukul 21.35 WITA menimpa seorang pengendara sepeda motor, mengakibatkan korban tertimbun.

Tim Palang Merah Indonesia (PMI) Buleleng segera melakukan evakuasi.

"Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 23.10 WITA. Jenazahnya telah dibawa ke RSUD Buleleng. Korban yang dikenal sebagai Kadek Angkasa, berusia 19 tahun, berasal dari Desa Menyali, Kecamatan Sawan," ungkap Daud Puji Raharjo dari tim PMI Buleleng.

Sementara itu, banjir juga merendam sejumlah ruas jalan di Kota Singaraja, termasuk simpang empat menuju Pantai Penimbangan dan jalan Jalak Putih.

Kawasan wisata Pantai Lovina juga tak luput dari banjir, dengan area parkir sekitar patung lumba-lumba tergenang air. Di Desa Pemaron, mesin cuci dikabarkan hanyut terbawa arus banjir.

Tak hanya itu, kerusakan rumah juga terjadi di beberapa wilayah, termasuk Desa Sambangan. Atap rumah milik Kadek Kastika hancur diterjang hujan angin, meskipun pemilik rumah selamat dari musibah tersebut.

BPBD Buleleng telah bergerak cepat menangani bencana ini.

"Kami sudah melakukan penanganan. Tim kami akan tetap siaga di beberapa wilayah, mengingat potensi bencana yang tinggi selama musim hujan ini," kata Kepala BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam.

Semoga masyarakat dapat tetap waspada dan bersatu dalam mengatasi dampak dari musibah ini. ***

Editor : I Putu Suyatra
#Pengerupukan #bali #ogoh-ogoh #tanah longsor #kadek angkasa #kuningan #buleleng