Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah Inspiratif Kembariyani di Bali, Coba Peruntungan Jual Rujak Buah Colek, Kini Kantongi Rp1,5 Juta per Hari

Rika Riyanti • Minggu, 17 Maret 2024 | 14:56 WIB

 

Rujak menjadi ladang bisnis warga Bali Made Kembariyani.
Rujak menjadi ladang bisnis warga Bali Made Kembariyani.

DENPASAR, BALI EXPRESS - Siapa yang tidak doyan rujak? Cemilan dari buah-buahan segar yang dipadukan dengan bumbu pedas atau manis ini merupakan kecintaan semua orang.

Bumbu rujak bisa terbuat dari campuran cabai, gula, garam, tamarin dan bahan lainnya.

Berawal dari kecintaan Made Kembariyani berburu buah segar di pasar, tercetus ide memulai ladang bisnisnya dari berjualan rujak buah.

Saat itu tahun 2019, Kembariyani menjual rujak buatannya. Ia memilih buah salak untuk dijadikan rujak.

Waktu itu, tak disangka-sangka, dalam sehari pembelinya tembus 200 porsi.

Melihat ada peluang yang baik di usaha ini, ia pun mulai menggelutinya dengan serius.

“Makanya berlanjut terus sampai sekarang,” kata Kembariyani, Jumat, 15 Maret 2024.

Kembariyani khusus menjual rujak buah campur colek; bisa gula merah, gula pasir atau uyah sera.

Bumbunya ini ia buat dan racik sendiri. “Awalnya coba-coba terus akhirnya sekarang ini rasanya sudah pas. Karena sudah pakai asem, terasinya enak, pengolahannya juga jadi lebih awet karena kita direbus sampai benar-benar kental. Bumbunya ini bisa tahan sampai 1 bulan lebih,” terangnya.

Ia memang tak menyediakan rujak kuah pindang, mengingat rujak kuah pindang sudah lumrah ditemukan di Bali.

Sementara untuk buahnya sendiri, ia menyediakan dari buah mangga, salak, jambu, bengkoang, nanas, hingga buah-buah yang jarang didapatkan untuk rujak seperti kaliasem, sentul, dan boni.

Buah-buah yang dipilihnya pun selalu yang segar dan jauh dari kata busuk.  

“Per hari saya bisa beli mangga saja itu sekarang bisa 10 kilogram, tapi rata-rata semua 10 kilogram,” ucapnya.

Per harinya, Kembariyani bisa menjual 50 porsi rujak ukuran kecil dan 5 porsi rujak nampan.

Rujaknya sendiri dibanderol mulai dari Rp10 ribu untuk ukuran kecil, Rp50-170 ribu untuk ukuran nampan atau bisa disesuaikan untuk berapa porsi.

Dalam seharinya, Kembariyani bisa mengantongi omzet mencapai Rp800 ribu sampai Rp1,5 juta.

Kembariyani mengaku, sebelumnya ia sempat membuka gerai. Namun, tak banyak pembeli hingga menyebabkannya merugi.

Justru diakuinya dengan berjualan online, pembeli lebih banyak berdatangan.

“Biasanya kita kirim atau yang beli kirim driver ke sini. Paling jauh itu ada ke daerah Jimbaran, tapi paling jauh ke Ubud,” sebutnya.

Rujak campur coleknya ini selain dapat dinikmati untuk personal, juga bisa dipesan untuk berbagai acara. Seperti resepsi, ulang tahun, acara kantor, hingga hampers.

“Inovasi ke depan, kita akan tetap buat rujak colek seperti ini tetapi dengan inovasi dalam bentuk nampan, hampers, dan lain-lain,” tandasnya. (*)

Editor : I Made Mertawan
#bali #kisah inspiratif #rujak