TABANAN, BALI EXPRESS- Batok kelapa ternyata tidak saja dimanfaatkan untuk beragam jenis kerajinan yang sifatnya sebagai tableware atau home decor saja.
Di tangan Ni Wayan Sudiarmini, batok kelapa bisa menjadi salah satu bahan baku produk fashion yakni bra, dan diminati pasar mancanegara. Seperti apa?
Ditemui di Tabanan, Bali, perempuan asal Banjar Wanayu, Desa Angkah, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, ini menyebutkan bra (pakaian dalam wanita) berbahan batok kelapa ini menjadi salah satu best seller produknya yang diekspor ke Jepang sejak tahun 2022.
"Untuk bea batok kelapa ini, pasarnya adalah Jepang. Pada awal saya memperkenalkan produk fashion ini, pesanan dari Jepang mencapai 500 set dan terus berlangsung hingga saat ini rata-rata kami mengirimkan sebanyak 1000 set per bulan," jelas Sudiarmini, Rabu, 20 Maret 2024.
Bra berbahan batok kelapa ini, dikatakan perempuan kelahiran 8 Mei 1976 ini, diminati oleh pasar di Jepang.
Selain memang digunakan untuk berenang, bra berbahan batok kelapa ini diakuinya juga sering digunakan untuk kepentingan fashion show ataupun kontes dengan tema Hawaiian.
Untuk ekspor bra ini, perempuan yang saat ini lebih akrab disapa Ibu Kau ini menyebutkan jika produknya dikirim dalam bentuk original, artinya cup bra yang hanya dihasilkan tanpa dicat.
"Karena nanti proses pengecatan dilakukan oleh pihak pembeli di Jepang. Nanti akan disesuaikan dengan tema dan kebutuhan produknya," lanjutnya.
Untuk ukuran, Ibu Kau menyebutkan, size atau ukuran yang dikirim cukup beragam, mulai dari size S diameter 9-10 cm, size M diameter 11-13 cm dan size L diameter 13 cm ke atas.
Ukuran tersebut diakuinya merupakan permintaan dan pihak pembeli di Jepang. Selain bra berbahan batok kelapa, Ibu Kau juga memiliki beberapa jenis produk berbahan batok kelapa yang sudah lebih dahulu menembus pasar ekspor, seperti Jerman, Prancis dan Jepang.
Produk kerajinan yang menembus pasar Eropa ini antara lain, produk tableware (peralatan makan) seperti set salad bowl, plate hingga gelas berbahan batok kelapa.
Selanjutnya adalah produk home decor atau produk untuk mendekorasi rumah seperti tatakan lilin, hiasan dinding yang berbahan dasar batok kelapa.
"Untuk ekspor tableware dan home decor ini sudah kami lakukan sejak tahun 2020 lalu yakni dengan mengirimkan produk tableware ke Jerman sebanyak 2 ribu set dengan sistem beli putus," tambahnya.
Seiring dengan perkembangan akhirnya produk kerajinan berbahan batok kelapa ini, dikatakannya mulai merambah pasar selain Jerman yakni ke Perancis dan Jepang dengan permintaan beberapa jenis produk, seperti tatakan lilin, hiasan dinding, produk peralatan makan hingga bra berbahan batok kelapa.
Lantas dari mana keahlian untuk membuat produk kerajinan ini? Ketika ditanya demikian, Ibu Kau mengaku belajar secara otodidak untuk membuat beragam jenis produk kerajinan berbahan dasar batok kelapa.
Sedangkan untuk desain dan pembuatan produknya ia pelajari secara otodidak melalui media sosial dan beberapa kali mengikuti pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh dinas dan kementrian.
"Awalnya itu mulai dari yang kecil seperti gantungan kunci itupun suplainya cuma ke Sukawati, Gianyar dan toko oleh - oleh. Kemudian, mengikuti Tanah Lot Festival 2019 mulai lah ada wisatawan yang berminat dan akhirnya produk saya bisa tembus ke pasar ekspor," paparnya.
Bahan baku untuk membuat kerajinan ini, dikatakan Ibu Kau tidak saja didapat dari Kabupaten Tabanan, namun, bahan baku berupa batok kelapa dari Tabanan dan dari Kabupaten Karangasem.
Mengambil batok di Karangasem untuk memenuhi kebutuhan pasar ke Jerman khususnya alat makan.
"Ini karena pesanan menginginkan wadah rice bowl yang berdiameter besar, sedangkan kelapa di Tabanan untuk batoknya sedikit lebih kecil. Untuk pengerjaan kami masih lakukan secara manual," tambahnya. (*)
Editor : I Made Mertawan