Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Cerita Haru Dimas, Pemuda 18 Tahun Asal Bali Jadi Jemaah Haji Termuda Gantikan Ayah yang Meninggal Dunia

Dian Suryantini • Sabtu, 25 Mei 2024 | 15:34 WIB
Dimas Adi Sudarmono dan ibunya Zaenab Zainudin, warga Buleleng, Bali mempersiapkan diri untuk berangkat naik haji.
Dimas Adi Sudarmono dan ibunya Zaenab Zainudin, warga Buleleng, Bali mempersiapkan diri untuk berangkat naik haji.

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Rasa haru bercampur cemas dirasakan Dimas Adi Sudarmono, pemuda Kampung Bugis, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali yang tengah mempersiapkan diri untuk berangkat ke Kota Mekkah, Arab Saudi menunaikan ibadah haji.

Pada usianya yang masih 18 tahun, Dimas menjadi jemaah haji termuda yang berasal dari Bali.

Ia berangkat menggantikan ayahnya yang meninggal dunia 2 tahun lalu. Dimas akan berangkat bersama ibunya Zaenab Zainudin, 61, pada 29 Mei 2024.

Sebelumnya Dimas tidak mengetahui orang tuanya mendaftar naik haji pada April 2013.

Ia baru mendapat kabar bahwa ia bisa menggantikan ayahnya untuk berangkat pada Februari 2024. Sejak saat itu ia mulai mempersiapkan diri.

Sebagai anak lelaki, fisiknya dipandang mampu untuk menjaga sang ibu di Tanah Suci.

Ia pun telah bertekad tidak akan melepaskan pandangan dari ibundanya. Meski rasa cemas lantaran baru pertama kali naik haji, Dimas berupaya menguatkan diri.

Ia bahkan mulai mempelajari sejumlah tempat lewat peta dan internet.

 “Saya takut nyasar juga di sana. Pasti banyak orang dan tidak dari Indonesia saja. Saya pokoknya mau jaga ibu,” katanya Sabtu, 25 Mei 2024.

“Ibu jalan di depan, saya di belakang ibu sambil pegangin. Kalau ibu di belakang saya takutnya malah terlepas nanti,” sambungnya.

Selain kekhawatiran tersebut, Dimas juga sedang mempersiapkan diri agar tidak canggung saat menumpang pesawat.

Ia menyebut dirinya tidak pernah menumpang pesawat. Keberangkatannya ke Mekkah menjadi pengalaman pertama pergi ke luar negeri, menumpang pesawat hingga naik haji.

“Sama sekali belum pernah. Takut saya. Ibu juga belum pernah. Tapi semoga semuanya dilancarkan,” kata dia.

Menyandang status sebagai peserta termuda yang nantinya akan menjadi haji muda, Dimas berupaya untuk menjaga sikap.

Dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat senantiasa menguatkannya agar tidak banyak tergoda hal-hal negatif.

“Kalau bisa jangan lagi seperti dulu. Pastinya harus diubah, biar jadi contoh untuk anak-anak kampung. Pelan-pelan, dia pasti bisa melakukan itu. Namanya saja masih anak-anak, jadi saya sebagai orangtua juga harus mengingatkan nanti,” ujar ibundanya, Zaenab Zainudin.

Berbeda dengan Dimas yang sibuk menata hati dan pikirannya agar mantap ke Tanah Suci, Zaenab Zainudin justru terlihat tenang.

Tidak terlihat kegugupan sedikitpun. Koper dan keperluan yang dibutuhkan telah tertata rapi. Bahkan perbekalan makanan juga telah siap untuk diboyong ke Mekkah.

“Baju dan semuanya sudah lengkap. Disana 42 hari. Saya bawa abon untuk makan, biar enak. Siapa tahu masakan disana tidak cocok dengan lidah saya,” ungkapnya sembari tertawa.

Persiapan medis juga telah dilakukan Zaenab. Kebutuhan obat-obatan juga telah siaga.

Zaenab mengatakan ia memiliki riwayat darah tinggi, sehingga ia harus menjaga diri agar ibadahnya berjalan dengan lancar.

“Sudah cek ke Puskesmas, nanti sehari sebelum berangkat obatnya diambil,” kata dia. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #jemaah haji termuda #buleleng