Menurut Margi, Tumpek Landep, yang berarti tajam atau runcing, adalah hari dimana benda-benda tajam seperti keris diberikan upacara pengodalan atau otonan.
Namun, seiring waktu, upacara ini juga dilakukan untuk sepeda motor, mobil, dan berbagai peralatan elektronik karena semuanya terbuat dari besi.
“Kita tidak bisa menyalahkan adanya perkembangan itu karena peralatan itu juga terbuat dari besi,” ujarnya.
Sebagai pembuat keris yang sudah terkenal, Margi, ayah dua anak ini, rutin melakukan pengodalan untuk keris miliknya pada Hari Tumpek Landep. Menurutnya, keris merupakan salah satu elemen penting dalam perayaan ini sebagai wujud syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan manifestasinya sebagai Sang Hyang Pasupati.
Margi menjelaskan, dalam kehidupan sehari-hari, Hari Tumpek Landep dimaknai untuk mempertajam pikiran dalam menganalisis berbagai hal agar bisa memilah mana yang baik dan buruk.
“Sedangkan jika dibawa ke kehidupan sehari-hari, Hari Tumpak Landep digunakan untuk mempertajam fikiran dalam menganalisis berbagai hal agar bisa memilah mana yang baik dan buruk,” lanjut pria yang sering dijuluki Mpu Keris tersebut.
Sebelum pengodalan, ia melakukan prosesi nyiramang terhadap keris dengan air kumkuman yang dilengkapi berbagai bunga. Setelah itu, keris dibersihkan dengan minyak cendana sebelum diberikan banten pengodal.
Bagi Margi dan komunitas Pande, Tumpek Landep sangat penting. Perapen, tempat pembakaran, merupakan identitas klan Pande yang terkenal dengan keahlian membuat senjata dan alat keagamaan dari besi atau logam.
Keris yang dibuat Margi memiliki keistimewaan pada unsur-unsur besi yang digunakan, yaitu besi Brahma, besi Wisnu (besi ireng), dan besi Iswara (besi Pamor), dengan lapisan paling rendah sebanyak 35 lapisan. Proses pembuatan keris melibatkan tiga kali upacara.
Margi menekankan bahwa keris adalah warisan budaya yang harus dirawat dan dilestarikan. Oleh karena itu, ia mendedikasikan hidupnya untuk membuat keris sekaligus melestarikan budaya.
Selain membuat keris, Margi dan istrinya juga membuat blakas, pengrupak, dan pengutik sesuai permintaan dengan harga yang bervariasi.