Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Asal Usul Nama Desa Lebih: Sejarah Singkat Desa di Kabupaten Gianyar, Bali, Sering Jadi Tempat Berlabuh Pati Gajah Mada

I Putu Suyatra • Selasa, 20 Agustus 2024 | 00:46 WIB
Pantai Lebih di Gianyar, Bali.
Pantai Lebih di Gianyar, Bali.

BALIEXPRESS.ID - Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali, memiliki sejarah yang kaya dan penuh makna, meski tidak semua detailnya tercatat secara pasti.

Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat seperti dikutip dari website Desa Lebih, nama Desa Lebih diperkirakan berasal dari peristiwa penting di abad ke-13, ketika Kerajaan Bedahulu diserang oleh pasukan Majapahit yang dipimpin oleh Patih Gajah Mada.

Dalam serangan tersebut, Bedahulu berhasil dikuasai oleh Majapahit pada tahun 1343 M, dan Bali pun resmi menjadi bagian dari kekuasaan Majapahit.

Patih Gajah Mada bersama pasukannya sering berlabuh di sebuah pantai yang sekarang dikenal sebagai Rangkung.

Dari sinilah konon nama Desa Lebih berasal, yaitu dari kata “langkung” atau “lebih,” yang merujuk pada seringnya mereka berlabuh di tempat tersebut.

Setelah penaklukan Bali, Majapahit menempatkan Sri Maharaja Kepakisan sebagai Adipati Bali pada tahun 1350 M, yang kemudian berkedudukan di Samprangan.

Meski pemerintahan ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketidakpuasan dari masyarakat Bali Aga, Bali tetap menjadi bagian dari Majapahit hingga berakhirnya kekuasaan Majapahit.

Seiring berjalannya waktu, Desa Lebih berkembang menjadi wilayah yang penting, terutama di masa pemerintahan Dalem Waturenggong (1460-1550 M).

Pada masa ini, tokoh spiritual seperti Danghyang Nirartha (Pedanda Sakti Wawu Rawuh) tiba di Bali dan memulai perjalanan sucinya, yang termasuk singgah di daerah Rangkung.

Desa Lebih kemudian menjadi pusat pemerintahan yang kuat dan berkembang menjadi beberapa dusun.

Pada 16 November 1991, Desa Lebih dimekarkan menjadi dua desa: Desa Lebih dan Desa Serongga, sesuai dengan SK Gubernur Kepala Daerah TK I Bali.

Sejarah Dusun di Desa Lebih

  1. Dusun Lebih Beten Kelod: Nama dusun ini berasal dari letak geografisnya yang berada di bagian paling selatan dan terendah, dengan "beten" berarti bawah dan "kelod" berarti selatan.

  2. Dusun Lebih Duur Kaja: Dinamakan demikian karena letaknya yang lebih tinggi dan berada di sebelah utara Dusun Lebih Beten Kelod. "Duur" berarti atas, dan "kaja" berarti utara.

  3. Dusun Kesian: Awalnya disebut Dusun Batan Tingkih, nama dusun ini kemudian berubah menjadi "Kesian," yang berasal dari kata "Kesehan," artinya diganti atau diperbaiki, setelah lokasi dusun dipindahkan ke arah timur laut.

Dengan latar belakang sejarah yang kaya ini, Desa Lebih tidak hanya menjadi saksi bisu dari berbagai peristiwa penting, tetapi juga terus berkembang sebagai bagian dari warisan budaya Bali. *** 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #kerajaan bedahulu #gianyar #patih gajah mada #sejarah #Danghyang Nirartha #kerajaan #majapahit