Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sejarah Menarik Desa Jegu: Asal Usul Namanya Ternyata Berasal dari Sebuah Nama Hutan

I Putu Suyatra • Senin, 26 Agustus 2024 | 03:29 WIB
Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Jegu
Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Jegu

BALIEXPRESS.ID - Desa Jegu, yang terletak di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, memiliki sejarah yang kaya dan penuh warna.

Nama Desa Jegu sendiri berasal dari istilah "Rajeg Uru" yang mengacu pada kawasan alas atau hutan yang dibuka oleh Bendesa Mas Nyoman setelah kemenangan dalam Perang Penebel pada tahun 1507.

Menurut catatan sejarah --dikutip dari website Desa Jegu, saat Raja Tabanan, Raja Megada Sakti, menghadapi ancaman dari Puri Dauh Pala Tabanan yang berkolaborasi dengan Puri Penebel, beliau mengutus Pangeran Mas Nyoman untuk menyelidiki situasi tersebut.

Pangeran Mas Nyoman, yang menyamar, pergi ke Desa Selingsing, Kerambitan, dan setelah menikah di sana, ia kemudian ditarik kembali ke Tabanan untuk menggantikan ayahnya.

Ia kemudian diutus untuk memeriksa ancaman dari Puri Penebel, yang akhirnya mengarah pada pertempuran besar di Desa Buruan.

Setelah berhasil mengalahkan musuh, Bendesa Mas Nyoman diberi hadiah berupa kawasan alas Rajeg.

Dengan membawa 10 prajurit dan keluarga Pande, ia memulai pemukiman baru di kawasan tersebut, yang kemudian dinamakan Rajeguru, dan lebih dikenal dengan nama Jegu.

Di tempat ini, ia membangun Pura Puseh dan mengembangkan kawasan tersebut menjadi perkampungan.

Seiring dengan perkembangan waktu, Desa Jegu membentuk beberapa Banjar Dinas, yang masing-masing memiliki latar belakang unik:

  1. Banjar Jegu Pande: Dinamai sesuai dengan keluarga Pande yang ikut serta dalam pemukiman awal dan terus menjalankan profesinya sebagai pandai besi.

  2. Banjar Jegu Tegal: Terletak di daerah perbatasan dengan Desa Rianggede dan sebelumnya digunakan sebagai perkebunan.

  3. Banjar Bendul: Merupakan pemekaran dari Banjar Jegu Tegal, diberi nama berdasarkan pohon Bendul yang tumbuh di sekitar area.

  4. Banjar Jegu Tengah: Dibentuk di antara Banjar Jegu Pande dan Jegu Tegal untuk menampung jumlah penduduk yang terus berkembang.

  5. Banjar Ngis: Nama ini muncul setelah Cekorda Tabanan menyaksikan asap putih dari kejauhan dan mengirim utusan untuk menyelidiki, yang kemudian diberi nama Ngis. Kini dibagi menjadi Banjar Ngis Kaja dan Banjar Ngis Kelod.

  6. Banjar Jegu Baleagung: Terbentuk karena pemukiman yang semakin padat, penduduk pindah dari sebelah selatan ke utara Baleagung, dan diberi nama Banjar Jegu Baleagung.

  7. Banjar Cepag: Dinamai berdasarkan ciri fisik orang pertama yang menetap di area ini, yang dikenal sebagai Cepag.

  8. Banjar Sigaran: Dinamai setelah seorang Balian sakti bernama I Gede Segara, yang dikenal karena jasanya menolong orang.

Saat ini, Desa Jegu terdiri dari 9 Banjar Dinas: Sigaran, Cepag, Baleagung, Pande, Tengah, Tegal, Bendul, Ngis Kaja, dan Ngis Kelod.

Selain itu, desa ini juga memiliki dua Desa Adat, yaitu Desa Adat Jegu dengan 3 sekeha taruna dan Desa Adat Ngis dengan 1 sekeha taruna.

Dengan latar belakang sejarah yang mendalam dan beragam, Desa Jegu tetap menjadi bagian penting dari warisan budaya Bali. *** 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #Jegu #sejarah #desa #tabanan