BALIEXPRESS.ID - Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, yang kini dikenal sebagai salah satu desa bersejarah di Bali, menyimpan kisah menakjubkan yang terukir dalam naskah kuno "Babad Brahmana Kemenuh."
Menurut naskah tersebut, seperti dikutip dari website Desa Kemenuh, awal mula desa ini dikenal dengan nama Desa Wanasari, sebelum berganti nama menjadi Kemenuh.
Kisah ini dimulai ketika Ida Kemenuh, seorang tokoh spiritual legendaris Hindu, mendirikan Pura Dalem Kemenuh.
Pura ini dikenal dengan meru tumpang tiga yang megah, sebagai bentuk penghormatan terhadap Bhatari Adi Swari Sinungsung.
Perubahan nama dari Wanasari menjadi Kemenuh berhubungan dengan perjalanan bersejarah Dhang Hyang Dwijendra, seorang pendeta agung.
Dalam perjalanannya menuju Puri Gelgel untuk memenuhi undangan Raja Gelgel, Dhang Hyang Dwijendra mengalami peristiwa misterius.
Putrinya, Ida Ayu Swabawa, menghilang secara gaib, dan Dhang Hyang Dwijendra kembali ke Desa Gading Wani.
Dalam perjalanan itu, Dhang Hyang Dwijendra meninggalkan putranya, Ida Kumenuh, di Desa Gading Wani.
Ida Kumenuh, yang kemudian dikenal sebagai Mpu Rambut/Romo Sinungsung, membangun berbagai tempat suci dan akhirnya menyusul Dhang Hyang Dwijendra ke Puri Gelgel.
Namun, serangkaian malapetaka menghalangi perjalanannya, termasuk penyakit yang melanda pengikutnya.
Ketika Pendeta Patni Yogi Sinungsung, istri Mpu Romo Sinungsung, meninggal dunia di Desa Tegal Wanasari, desa tersebut mengalami perubahan signifikan.
Mpu Romo Sinungsung dan pengikutnya membangun berbagai tempat suci di Desa Tegal Wanasari, yang kemudian dikenal sebagai Desa Wanasari Kumenuh.
Nama ini diambil dari Ida Kumenuh yang mendirikan Pura Dalem dan membangun meru tumpang tiga.
Kisah ini mengungkapkan bagaimana Desa Kemenuh yang sekarang dikenal berawal dari nama Wanasari dan mengalami transformasi besar-besaran sebagai hasil dari perjalanan spiritual dan peristiwa sejarah yang penuh misteri.
Seiring waktu, desa ini terus berkembang dan menjadi pusat kebudayaan dan spiritual di Bali.
Penemuan dan pemahaman mengenai sejarah Desa Kemenuh memberikan gambaran mendalam tentang perjalanan spiritual, perubahan nama, serta perkembangan sejarah yang membentuk identitas desa ini. ***
Editor : I Putu Suyatra