BALIEXPRESS.ID - Kejutan besar datang dari Presiden terpilih Prabowo Subianto yang menunjuk Ni Luh Puspa, seorang presenter televisi asal Buleleng, Bali, sebagai calon wakil menteri.
Ni Luh, yang sebelumnya lebih dikenal di layar kaca, kini muncul dalam sorotan publik setelah terlihat hadir dalam pembekalan calon wakil menteri di Hambalang, Jawa Barat, pada Kamis (17/10/2024).
Penunjukan Ni Luh sebagai wakil menteri menjadi sejarah tersendiri. Wanita kelahiran Desa Selat, Kecamatan Sukasada, ini adalah perempuan pertama dari Buleleng yang mendapat kepercayaan sebesar itu dalam kabinet.
Menurut kabar yang beredar, Ni Luh dijadwalkan dilantik pada Senin (21/10/2024).
Latar belakang Ni Luh yang sempat merantau ke Sulawesi sebelum akhirnya menetap di Jakarta membuat kisah hidupnya semakin menarik.
Keputusan Prabowo Subianto memilihnya sebagai wakil menteri memicu banyak pertanyaan, termasuk bagaimana perjalanan hidupnya membawa Ni Luh ke titik ini.
Dalam sebuah wawancara pada Jumat (18/10/2024), sang ayah, Ketut Sulastra alias Jro Sutana, mengungkapkan detik-detik putrinya mendapatkan tawaran dari pihak Prabowo.
"Ni Luh mendapat telepon dari Hambalang pada Rabu sore. Saat itu dia langsung menghubungi saya dan ibunya," kenang Sutana.
Jro Sutana menceritakan bahwa pada siang hari Rabu, ia masih sempat melihat anaknya tampil dalam siaran langsung melaporkan siapa saja yang dipanggil ke kediaman Prabowo.
"Sekitar jam 15.00, Ni Luh masih siaran. Dia melaporkan siapa saja yang datang," ujarnya.
Namun, beberapa jam setelah siaran, kabar tak terduga datang.
Istrinya menyusulnya ke kebun dan membawa pesan bahwa Ni Luh ingin berbicara.
"Saya sempat kaget, saya kira ada kejadian di Jakarta," tutur Sutana.
Lewat video call, Ni Luh mengungkapkan bahwa dia diminta untuk menjadi wakil menteri.
"Anak saya menangis, dia gugup. Katanya ditelepon pihak Pak Prabowo, diminta membantu sebagai wakil menteri," ujar Sutana dengan bangga.
Mendengar kabar ini, Jro Sutana merasa bangga sekaligus bingung. Sebagai orang desa, dia tak pernah menyangka putrinya bisa dilirik untuk jabatan penting di tingkat nasional.
"Bagi saya, dia jadi jurnalis di Jakarta saja sudah luar biasa. Tiba-tiba dapat kabar jadi wakil menteri. Saya sampai nggak enak makan," ujarnya dengan jujur.
Kini, Sutana hanya bisa mendoakan agar putrinya bisa menjalankan tugas dengan baik dan membawa manfaat besar bagi Bali, khususnya bagi tanah kelahirannya di Desa Selat.
Apakah penunjukan Ni Luh Puspa akan membawa perubahan signifikan bagi pariwisata dan Bali? Publik kini menantikan langkah-langkah selanjutnya dari sosok yang tak terduga ini. ***
Editor : I Putu Suyatra