Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sunyinya Debat Ketiga di Buleleng Tak Sesunyi Susiani Sebagai Peraga Bahasa Isyarat

Dian Suryantini • Jumat, 22 November 2024 | 19:33 WIB

Susiani saat menerjemahkan proses debat menggunakan bahasa isyarat.
Susiani saat menerjemahkan proses debat menggunakan bahasa isyarat.

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Debat Publik Pilkada Serentak 2024 di Kabupaten Buleleng telah berakhir. Dari debat pertama hingga ketiga di Hotel Banyualit, Lovina, Singaraja, menghadirkan suasana berbeda. Pada debat pertama yang dilakukan tanggal 23 Oktober 2024 semua terasa gawat.

Pengamanan ketat dilakukan di setiap sudut. Sensor pendeteksi pun selalu berdenging ketika seseorang akan memasuki ruangan. Bahkan tim K-9 Polres Buleleng juga disiagakan. Anjing pelacak yang tangguh juga selalu standby dalam kandang. Suasananya begitu riuh. Tetapi ketika debat dimulai, seluruhnya tertib dan sunyi.

Debat kedua yang dilakukan pada 12 November 2024 suasana lokasi debat lebih riuh lagi. Pasangan calon bupati dan wakil bupati Buleleng, nomor urut 01 dan 02, mengajak serta relawan mereka. Merah dan biru berbaur. Berjompot sesuai dengan kelompok mereka di sekitar aula hotel Banyualit, Lovina-lokasi debat dilaksanakan. Yel-yel bergema.

Tepuk tangan bergemuruh. Tetapi sekali lagi saat debat dimulai, mereka sunyi dengan tertib. Ya, walaupun sesekali terdengar sorakan yel saat paslon yang mereka dukung usai menyampaikan pemaparan.

Selanjutnya, pada debat ketiga yang baru saja usai, 20 November 2024 mendadak sangat sunyi. Jalan menuju hotel yang biasanya dijaga ketat kepolisian tidak begitu banyak. Berbeda saat dilakukan debat pertama dan kedua.

Beberapa sudut di sekitar lokasi debat juga terlihat lengang dan sunyi. Tidak ada relawan, tidak ada yel dan minim tepuk tangan. Tapi tetap anjing-anjing dari Polres Buleleng selalu siaga.

Dari debat pertama hingga ketiga, seluruh prosesnya disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi, TVRI. Tampilan pada siaran langsung begitu apik. Begitu juga dari tatanan alat-alat yang digunakan untuk siaran langsung.

Selama siaran langsung berlangsung, ada seseorang pula yang muncul dalam layar. Ia ditempatkan pada kolom kecil di sudut kanan bawah.

Dialah, Susiani. Seorang peraga bahasa isyarat yang membantu menerjemahkan seluruh proses debat. Dalam riuh dan sunyinya prosesi debat, Susiani tetap berada dalam jalur sunyi.

Bukan berarti ia tidak dapat berbicara maupun mendengar. Susiani adalah peraga bahasa isyarat professional. Ia telah tampil 2 kali berturut-turut dalam debat Pilkada Buleleng 2024.

Ketika proses siaran langsung dimulai, Susiani telah bersiap. Ia duduk didepan monitor kecil serta peralatan lainnya yang membuat wajahnya muncul di layar TV. Tentu saja, Susiani sendirian. Ia harus fokus mendengar lalu menyampaikannya kembali melalui gerak tubuh-bahasa isyarat.

Berbeda dengan ruang produksi yang dikurung kain hitam. Segala keriuhan dan keruwetan priduksi berkumpul menjadi satu. Sekali lagi, sangat berbeda dengan ruang Susiani yang terbuka tetapi sunyi dan tenang, di belakang ruang produksi.

“Saya harap pesannya dapat tersampaikan juga ke teman-teman difabel. Karena mereka juga punya hak suara dan nantinya dapat menentukan pilihannya masing-masing,” kata Susiani.

Sekilas perempuan 54 tahun itu terlihat tenang. Terlihat sangat siap untuk mengantarkan live menggunakan bahasa isyarat berdasarkan pemaparan dua paslon pada debat politik itu. Ternyata, dibalik kesiapannya itu, Susiani sangat gugup. Ia takut membuat kesalahan. Ia takut ada yang terlewat dan tidak tersampaikan dengan benar.

“Sebenarnya lebih enak mengajar. Saya kan guru di SLB Singaraja. Kalau mengajar bisa pelan-pelan. Tapi kalau ini harus langsung. Tidak boleh terlewat. Grogi saya. Tapi saya senang bisa membantu,” ungkap Susiani.

Memang, mentransfer pesan menggunakan bahasa isyarat bukan perkara mudah. Terlebih dengan ungkapan berupa istilah dengan intonasi pembicara yang relatif cepat. Kendati demikian, dalam heningnya Susiani, ia mencoba menyampaikan pesan-pesan itu dengan tepat.

“Semoga pesannya dapat tersampaikan dengan baik,” ujar Susiani. ***

Editor : Dian Suryantini
#difabel #Pilkada Serentak 2024 #bahasa isyarat #debat #buleleng