Pameran 'Irony of Being' Tampilkan Tiga Perupa dengan Perspektif Kehidupan yang Mendalam

I Dewa Gede Rastana • Dipublikasikan Kamis, 5 Desember 2024 | 19:26 WIB
SENI : Beberapa karya dari tiga perupa yang menggelar pameran di Biji Art Space, Ubud.
SENI : Beberapa karya dari tiga perupa yang menggelar pameran di Biji Art Space, Ubud.

BALIEXPRESS.ID - Biji Art Space di Jl. Raya Mas, Ubud, Bali, kembali menjadi tuan rumah pameran seni yang unik. Bertajuk 'Irony of Being', pameran ini menampilkan karya tiga seniman ternama, Agus Kama Loedin, Loka Suara, dan Uuk Paramahita. Acara berlangsung mulai 8 Desember 2024 hingga 4 Januari 2025.

Program seni yang digelar oleh Sawidji ini menyoroti ironi kehidupan modern, menggambarkan konflik antara realitas manusia dan kompleksitas dunia luar. Penulis Dian Dewi menyebut pameran ini sebagai refleksi mendalam di tengah hiruk-pikuk akhir tahun yang penuh perayaan.

Ketiga seniman yang akrab disapa Agus, Loka, dan Uuk memiliki pendekatan seni yang berbeda, namun saling melengkapi. Melalui karya mereka, masing-masing mencoba mengungkap ironi yang kerap tersembunyi dalam kehidupan sehari-hari.

Loka Suara, misalnya, mengangkat konsep ironi melalui visual yang sederhana namun sarat makna. Dengan memanfaatkan kanvas yang belum selesai, ia menciptakan karya yang merepresentasikan proses dan ketidaksempurnaan.

Sementara itu, Uuk Paramahita menawarkan lukisan penuh warna yang menggambarkan kehidupan "orang kecil" di tengah dunia besar. Karyanya mengajak pengunjung untuk mengeksplorasi makna hidup melalui optimisme yang menyentuh.

Di sisi lain, Agus Kama Loedin memadukan seni kontemporer dengan filosofi Jawa kuno. Patung kawat warna-warni karyanya menggambarkan hubungan antara tradisi dan modernitas, menciptakan narasi spiritual yang mendalam.

Menurut Dian Dewi, meskipun masing-masing seniman memiliki gaya unik, mereka menyampaikan pesan yang senada: refleksi atas eksistensi manusia dalam berbagai aspek kehidupan.

Diskusi seputar pameran ini juga sempat berlangsung di Panggung Dapur Usada, Ubud. Budayawan Putu Suasta menekankan bahwa ironi kehidupan adalah bagian tak terpisahkan dari realitas. "Tuntutan hidup modern semakin besar, namun cara mencapainya kian sulit," ungkapnya.

Pameran ini akan dibuka secara resmi pada 8 Desember 2024, pukul 18.00 WITA, dengan prosesi unik oleh Putu Suasta dan Putu Sudiana Bonuz. Selain itu, penampilan musisi Arif Hendrasto dan Angga Waskta akan menambah semarak acara pembukaan.

Baca Juga: Jessica Iskandar Sambut Anak Ketiga: Momen Bahagia yang Penuh Tantangan

Melalui karya-karya mereka, Agus, Loka, dan Uuk mengajak pengunjung untuk merenungkan keberadaan manusia di tengah kontradiksi dan absurditas kehidupan modern. Pameran ini bukan sekadar tontonan, tetapi juga ajakan untuk refleksi mendalam tentang makna keberadaan. (*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
pameran unik ubud karya seni tuan rumah