BALIEXPRESS.ID - Dalam upaya mengkapanyekan masalah lingkungan sekaligus memerangi bahaya narkoba, seorang warga nekat melakukan aksi jalan kaki keliling Indonesia.
Pria itu tak lain bernama Sudarmin, warga asal Gang Masjid 2 No. 54 RT. 003 RW. 004, Kelurahan Jati Warna, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat yang telah memulai keliling Indonesia dengan berjalan kaki.
Dalam petualangannya, pria ini menyempatkan diri mampir di Kantor Bali Express (Jawapos Grup) pada Senin (16/12), untuk menceritakan pengalamannya selama menjelajah seluruh wilayah Indonesia dengan berjalan kaki.
Baca Juga: Gegara Masalah Antrean Toilet, WNA Libya Tusuk Dada Bule Rusia di Bali, kini Ditindak Imigrasi
“Saya sudah mulai start jalan dari Bandung pada Januari 2017. Karena dilepas dari Kantor Gubernur Jawa Barat,” ujar Sudarmin.
Dalam kesempatan itu terlihat membawa ransel besar dengan baju biru muda bertuliskan PKKMB Undiksha.
Ternyata ia pun sempat mampir dan bertemu Wakil Rektor III Universitas Pendidikan Ganesa (Undiksha) di Buleleng.
Baca Juga: Niat Tegur Pengendara Mobil yang Serobot Jalur di Denpasar, Pengemudi ini Justru Diteriaki Gobl*k
Hingga akhirnya ia diberikan baju tersebut sebagai kenang-kenangan dalam perjalanannya.
Saat itu ia menyebutkan, datang dan berkunjung pada 28 Agustus 2024.
Dari Bandung pada 2017, ia pun melakukan perjalanan menuju Jakarta.
Baca Juga: MAKAN KORBAN! Pemuda Iseng Taruh Tangga di Tengah Jalan Denpasar, Pengendara Terguling
Setelah lama berkeliling ternyata terjadi pandemi Covid-19, sehingga ia diminta untuk pulang ke rumahnya pada Oktober 2020.
Kondisi ini tidak menciutkan semangatnya berkeliling Indonesia.
Sehingga kakek dari dua cucuk ini pun melanjutkan perjalanan pada tahun 2022 tepatnya setelah Hari Raya Idul Fitri.
Bahkan selain ingin mengenal Indonesia dari beberapa daerah, Sudarmin mengaku ingin berkunjung ke Malaysia, Singapura, hingga Brunei Darussalam.
“Dari rumah Bekasi, saya melanjutkan ke Semarang, hingga akhirnya sampai di Jembrana, Bali pada Juli 2024,” ungkapnya.
Dalam perjalanannya, Sudarmin banyak berkunjung ke pihak kepolisian, kantor pemerintahan untuk memohon izin.
Ia juga berkunjung ke sekolah-sekolah
untuk edukasi pencegahan dan penanggulangan Narkoba.
“Begitu juga masalah lingkungan, kita nanam pohon, membuat lubang biopori, dan lainnya,” paparnya.
Sudarmin yang sebelumnya hidup di lingkungan pengguna narkoba, mengaku mendapatkan pengalaman-pengalaman hidup.
Bahkan satu temannya meninggal akibat overdosis narkoba.
“Motivasi saya jalan kaki keliling Indonesia dan negara lain dalam rangka kampanye lingkungan hidup dan narkotika. Sekaligus membawa pesan moral kepada masyarakat, untuk hati-hati penyalahgunaan narkotika,” jelasnya.
Dengan semangat yang dimiliki, ia pun menargetkan pulang kembali ke keluarga 15 tahun kedepan.
Meski demikian Sudarmin mengaku sudah mendapatkan izin dari istri, anak, dan cucunya.
“Mudah-mudahan tidak ada halangan dan rintangan. Badan sehat, panjang umur, itu yang saya bersandar kepada Tuhan,” sebutnya.
Selama perjalanan ini ia tentunya akan menggunakan banyak uang, hanya saja tetap bersyukur banyak menerima bantuan. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga