Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mengenal Lebih Dekat Bli Sano, Tukang Sapu Supermarket yang Jadi Pelopor Fitness di Jembrana

I Gde Riantory Warmadewa • Minggu, 5 Januari 2025 | 15:11 WIB
I Nengah Wisana alias Bli Sano.
I Nengah Wisana alias Bli Sano.

BALIEXPRESS.ID- Siapa yang tidak kenal dengan I Nengah Wisana atau yang akrab disapa Bli Sano?

Bagi pencinta olahraga, khususnya fitness dan binaraga di Kabupaten Jembrana, Bali, nama Bli Sano tentu sudah tak asing lagi.

Bli Sano, pria kelahiran 18 April 1979 ini memainkan peran penting dalam memperkenalkan dan memajukan olahraga fitness di daerahnya.

Perjalanan Bli Sano tidaklah mudah, penuh dengan liku-liku kehidupan yang hasilnya menginspirasi.  

Tinggal di Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana, Bli Sano menyelesaikan jenjang pendidikan tingkat atas di SMA Bina Ilmu Kabupaten Jembrana.

Sejak muda, pria 45 tahun ini sudah memiliki cita-cita besar untuk mengembangkan dunia fitness di daerahnya.

Berbekal semangat dan kreativitas, bersama teman-temannya, ia bahkan sempat membuat alat olahraga dari beton karena keterbatasan dana.

"Dulu, olahraga binaraga masih belum populer karena belum ada media sosial seperti sekarang," ungkap Bli Sano saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Dauhwaru, Jumat (3/1/2025).

Selepas SMA, Bli Sano sempat bekerja sebagai tukang sapu di sebuah gym milik Toko Kawan.

Di sanalah ia mulai mengenal dunia fitness lebih dalam. "Awalnya saya jadi tukang sapu, sambil memperhatikan aktivitas di gym. Saat ada kesempatan, saya latihan diam-diam," ceritanya.

Beberapa tahun kemudian, seorang trainer di tempat kerja Bli Sano mengundurkan diri, dan ia pun dipercaya untuk mengawasi para member yang berlatih.

Momen ini membuka jalan baginya untuk fokus berlatih dan mengasah kemampuannya.

Pada 2004 hingga 2006, Bli Sano resmi diangkat menjadi trainer.

Saat itu, lisensi resmi sebagai trainer belum diperlukan. Keahlian Bli Sano mulai dikenal dari mulut ke mulut.

"Saat itu banyak yang belum paham tentang gerakan-gerakan latihan. Tahun 2006 kami mulai ikut pertandingan," jelasnya.

Bli Sano pun aktif berpartisipasi di berbagai event angkat besi dan binaraga di Bali, termasuk Porprov di Singaraja.

Sayangnya, pada tahun 2020, ia tidak dapat berkompetisi karena berat badannya melebihi batas.

"Saat itu sedang marak obat pembesar otot, dan berat badan saya sudah tak terbendung sehingga gagal di penimbangan," kenangnya.

Meski sempat kecewa, Bli Sano menerima kenyataan dan memutuskan menjadi tim official dalam berbagai event dan Porprov.

Sejak 2020, ia bahkan menjabat sebagai Ketua PABSI Jembrana dan Wakil Ketua Bidang Umum dan Publikasi di PBFI Bali.

Sekarang, Bli Sano telah memiliki gym sendiri di Desa Batuagung, menjadi bukti keberhasilannya membangun komunitas fitness yang solid di Jembrana.

"Dulu hanya ada dua gym, sekarang sudah ada puluhan," pungkasnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#Bli Sano #fitness #jembrana