Profil I Kadek Angga Hari Sanjaya: Legislator Termuda Karangasem, Torehkan Sejarah di Usia 24 Tahun
I Wayan Adi Prabawa• Rabu, 8 Januari 2025 | 14:36 WIB
I Kadek Angga Hari Sanjaya
BALIEXPRESS.ID - Karangasem kini memiliki anggota DPRD termuda untuk periode 2024-2029. I Kadek Angga Hari Sanjaya, pria berusia 24 tahun asal Banjar Rendang Tengah, Desa Rendang, berhasil menorehkan sejarah dengan duduk di kursi legislatif Gumi Lahar.
Ia menjadi satu-satunya kader Partai NasDem yang lolos dari Dapil Karangasem IV, yang meliputi Kecamatan Selat, Rendang, dan Sidemen.
Tak tanggung-tanggung, Angga berhasil mengumpulkan lebih dari 5.000 suara pada Pemilu Legislatif Februari 2024.
Perolehan ini hampir menyamai torehan ayahnya, I Made Agus Kertiana, yang pada periode 2019-2024 meraih lebih dari 6.000 suara.
"Bapak sangat berperan penting dalam pencalonan saya kemarin," ungkap Angga yang kini menjadi bapak dua anak, Selasa (7/12).
Langkah Besar di Usia Muda
Lahir pada 24 November 2000, Angga menunjukkan bahwa usia muda bukan halangan untuk berkontribusi dalam dunia politik.
Ia kini duduk di Komisi I DPRD Karangasem, sebuah posisi strategis yang menuntut komitmen dan dedikasi tinggi.
Meski mengakui peran besar orang tuanya dalam perjalanan politiknya, Angga menegaskan bahwa ia siap mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab.
Salah satu fokus utamanya adalah melanjutkan program-program yang telah dijalankan ayahnya, seperti rumah aspirasi yang menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah.
"Rumah aspirasi tetap berjalan, dengan mengantar pasien ke rumah sakit dan lainnya," tegasnya.
Keberhasilan yang Menginspirasi
Keberhasilan Angga menjadi anggota DPRD termuda di Karangasem tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga inspirasi bagi generasi muda lainnya.
Dalam usianya yang masih belia, Angga telah membuktikan bahwa dengan dukungan keluarga dan kerja keras, posisi strategis di dunia politik dapat diraih.
Langkah politik Angga Hari Sanjaya sekaligus menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan daerah.
Apakah ia mampu membawa perubahan besar bagi Karangasem? Hanya waktu yang akan menjawab. ***