BALIEXPRESS.ID - Di tengah maraknya konten kreator yang berlomba-lomba memperlihatkan identitas dan kehidupan pribadi mereka demi menarik perhatian warganet, Kak Onyot, seorang konten kreator asal Bali, memilih jalan yang berbeda.
Ia dengan tegas menyembunyikan identitasnya sejak pertama kali muncul di media sosial pada tahun 2018, demi melindungi privasi dirinya dan keluarganya.
Keputusan unik ini berawal dari pengalaman pahit yang ia alami saat menyampaikan kritik sosial di media sosial.
"Ternyata saat mengkritik, kalau pribadi kita tidak bisa di-direct oleh yang tidak kita suka, mereka akan menyerang keluarga," ungkap Kak Onyot, yang kini dikenal melalui karakternya sebagai seorang pria tua bijaksana.
Karakter Kak Onyot: Lahir dari Kompetisi hingga Dikenal Luas
Awalnya, Kak Onyot mengawali kiprahnya di media sosial dengan kritik sosial secara langsung.
Namun, pengalaman buruk itu membuatnya menciptakan karakter "Kak Onyot," seorang kakek yang dituakan.
Karakter ini lahir dari keberhasilannya memenangkan sebuah kompetisi di stasiun televisi, yang kemudian ia lanjutkan ke platform media sosial.
"Saya belajar karakter tua, karena orang Bali senang mendengarkan omongan orang tua. Walaupun kadang tidak nurut," celetuknya sambil tertawa.
Nama "Kak Onyot" sendiri memiliki cerita unik. Ia mendapatkan julukan tersebut dari pengalaman bersama temannya bernama Ronyot, yang sering dinasihatinya.
Lama-kelamaan, ia dijuluki sebagai “kakeknya Ronyot,” yang kemudian disingkat menjadi Kak Onyot.
Misi Sosial: Kritik Pemerintah tanpa Takut Intimidasi
Kak Onyot aktif menyampaikan kritik sosial dan pemerintahan melalui kanal YouTube Bali Respon.
Ia menggunakan platform ini untuk menyuarakan keresahan masyarakat dan mendorong para pemimpin agar lebih peduli terhadap rakyatnya.
“Saya ingin membantu memperbaiki sistem demokrasi di era digital. Komitmen ini dilakukan agar saya dapat menyampaikan keluhan masyarakat tanpa adanya intimidasi hukum maupun fisik,” jelasnya.
Tak hanya itu, Kak Onyot bahkan meminta tanda tangan komitmen dari sejumlah calon kepala daerah di Denpasar, Badung, Tabanan, hingga Bali.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa para pemimpin daerah benar-benar peduli terhadap permasalahan masyarakat di wilayahnya.
Tidak Meminta Imbalan, Hanya Demi Perubahan
Meski aktif mengkritik dan mendorong perubahan, Kak Onyot menegaskan bahwa semua yang ia lakukan murni demi kepentingan masyarakat tanpa meminta imbalan.
"Tujuannya jelas, untuk memperbaiki sistem demokrasi di era digital," tegasnya.
Melalui karakter Kak Onyot yang sederhana namun penuh makna, ia berhasil menyampaikan pesan-pesan penting dengan cara yang mudah diterima masyarakat.
Sosoknya menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk berani menyuarakan kebenaran tanpa rasa takut.
Dengan pendekatan unik dan keberaniannya, Kak Onyot tidak hanya menjadi konten kreator biasa, tetapi juga simbol suara rakyat yang terus memperjuangkan keadilan di tengah dinamika sosial dan politik di Bali. ***
Editor : I Putu Suyatra