Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ni Nyoman Dian Oktarini: Perempuan Bali yang Ubah Daun dan Bunga Jadi Kain Cantik Ramah Lingkungan

Putu Mita Damayanti • Kamis, 16 Januari 2025 | 02:00 WIB
RAMAH LINGKUNGAN: Ni Nyoman Dian Oktarini adalah pemilik Harini Eco Bali yang memiliki inovasi mengubah daun dan bunga jadi kain cantik.
RAMAH LINGKUNGAN: Ni Nyoman Dian Oktarini adalah pemilik Harini Eco Bali yang memiliki inovasi mengubah daun dan bunga jadi kain cantik.

BALIEXPRESS.ID - Ni Nyoman Dian Oktarini adalah perempuan Bali yang benar-benar inspiratif.

Lewat bisnisnya, Harini Eco Bali, dia berhasil menggabungkan kreativitas, tradisi, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dian dikenal karena inovasinya dalam membuat kain dengan pewarna alami dari dedaunan, bunga, dan akar-akaran.

Hasilnya? Kain-kain cantik yang nggak cuma ramah lingkungan, tapi juga penuh nilai budaya Bali.

Harini Eco Bali memiliki beberapa keunggulan di antaranya:

  1. Pakai Pewarna Alami

Dian nggak pakai pewarna kimia sama sekali. Dia memanfaatkan bahan-bahan alami kayak daun jati, indigo, dan bunga-bunga lokal.

Proses ini bikin kainnya punya warna yang lembut, alami, dan pastinya nggak nyumbang polusi ke lingkungan. 

 Baca Juga: MIRIS! Bentrok Berdarah Libatkan Ormas Pemuda Pancasila dan GRIB, 12 Terluka: Diduga Ini Pemicunya

  1. Kain yang Punya Nilai Seni

 Setiap kain yang Dian buat itu unik banget. Karena proses pewarnaan alaminya, pola dan warnanya nggak bisa disamain 100%.

Jadi, setiap kain yang kamu beli punya cerita dan keunikan sendiri. 

  1. Pas Banget buat Kebaya

Dian tahu banget cara bikin kainnya jadi makin spesial. Dia memadukan kain-kain hasil karyanya dengan kebaya tradisional.

Hasilnya? Kebaya yang biasanya terkesan formal jadi kelihatan lebih segar dan elegan dengan sentuhan warna alami. 

Baca Juga: Umumkan Paslon Bupati dan Wabup Terpilih, DPRD Klungkung Gelar Paripurna Istimewa

  1. Ramah Lingkungan

Harini Eco Bali bukan cuma soal bisnis, tapi juga tentang menjaga bumi. Semua proses produksinya minim limbah, dan bahan-bahan yang dipakai bisa terurai alami. 

Dian memulai semuanya dari kecintaannya pada alam dan budaya Bali.

Dia sadar kalau industri tekstil konvensional sering bikin kerusakan lingkungan.

Dari situ, dia mulai belajar dan bereksperimen dengan pewarna alami. 

Perjalanan ini nggak gampang. Dia harus melewati banyak trial and error buat dapetin hasil yang sesuai harapan.

Tantangan lainnya adalah mengenalkan produknya ke pasar dan ngajarin konsumen tentang pentingnya memilih produk yang ramah lingkungan. Tapi Dian nggak menyerah.

Sekarang, Harini Eco Bali nggak cuma dikenal di Indonesia, tapi juga mulai dilirik pasar internasional. 

Dian nggak cuma peduli sama lingkungan, tapi juga masyarakat sekitar.

Dia melibatkan pengrajin dan petani lokal dalam proses produksinya, jadi banyak orang yang terbantu ekonominya. 

Dari sisi budaya, Dian juga berhasil bikin anak muda lebih menghargai tradisi lewat kain-kainnya yang modern tapi tetap punya sentuhan budaya Bali. 

Lewat media sosialnya, Dian sering ngingetin kita buat lebih peduli sama lingkungan.

Dia ngajak kita buat mendukung produk lokal yang ramah lingkungan.

Baca Juga: Terungkap! Motif Pembunuhan Aktor Sandy Permana: Pelaku Ditangkap Setelah Pelarian Dramatis

Buat Dian, setiap langkah kecil yang kita ambil buat menjaga bumi itu penting banget buat masa depan. 

Dian adalah bukti nyata kalau bisnis bisa jadi alat buat bikin perubahan positif.

Harini Eco Bali nggak cuma tentang kain, tapi juga tentang cinta pada tradisi, lingkungan, dan masyarakat. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#bali #kain #ramah lingkungan #Dian Oktarini #bunga #daun