BALIEXPRESS.ID - I Made Sujana bersama anaknya Made Budiarta, petani asal Banjar Dinas Kambangan, Desa Apuan, Baturiti, Tabanan, Bali, berhasil meraih kesuksesan dengan budidaya jambu kristal yang menguntungkan.
Dalam beberapa tahun, mereka telah mengubah lahan padi menjadi kebun jambu kristal yang mendatangkan keuntungan hingga puluhan juta setiap bulan.
Saat tim Jawa Pos Radar Bali tiba di lokasi kebun jambu kristal pada Minggu (19/1/2025), kami disambut oleh hamparan tanaman jambu kristal yang sudah berbuah, dibungkus rapi dalam plastik.
Kebun ini terletak di pinggir Jalan Marga-Apuan, dengan luas lahan mencapai 20 are yang dipenuhi 250 pohon jambu kristal.
Menurut Made Budiarta, yang juga akrab disapa Budiarta, usaha ini dimulai pada tahun 2019 dengan menanam jambu kristal di dua lahan berbeda.
Lahan pertama seluas 20 are di pinggir jalan, sementara lahan kedua juga seluas 20 are di dalam kawasan.
Keputusan untuk beralih dari padi ke jambu kristal didasari oleh biaya operasional yang tinggi dalam bertani padi dan hasil yang minim.
“Tanam padi butuh biaya tinggi, mulai dari sewa traktor, pupuk, hingga ongkos pekerja. Setiap panen hanya menghasilkan sekitar Rp 3,5 juta. Sedangkan jambu kristal jauh lebih menguntungkan,” ungkap Budiarta.
Setiap minggu, kebun jambu kristal milik mereka menghasilkan sekitar 600 kilogram buah. Dengan harga Rp 7.000 per kilogram, mereka bisa meraup hingga Rp 42 juta dalam satu kali panen.
Menariknya, jambu kristal terus berbuah setelah dua tahun masa penanaman, memberikan pendapatan berkelanjutan.
Selain keuntungan finansial, Budiarta juga menerapkan sistem pemeliharaan yang ramah lingkungan dengan menggunakan pupuk organik dari kotoran sapi dan ayam petelur.
Mereka juga secara rutin memangkas cabang pohon agar tumbuh melebar, bukan menjulur ke atas, yang mempermudah perawatan dan mempercepat hasil panen.
“Pemeliharaan jambu kristal jauh lebih mudah dibandingkan tanaman padi. Dan hasilnya, jelas lebih menguntungkan,” tambahnya.
Untuk menjaga kualitas buah, Budiarta dan ayahnya secara rutin membungkus setiap buah jambu kristal yang berusia tujuh hari dengan plastik, guna menghindari serangan lalat buah.
Setiap pohon dapat menghasilkan sekitar 20 kilogram jambu kristal atau sekitar 250 buah.
Mengenai pemasaran, selain ada pembeli langsung dari Pasar Buah Batu Kandik Denpasar, mereka juga menjual ke pedagang buah di daerah Tabanan dan Buleleng.
Pembeli melakukan pemesanan setiap minggu.
Dengan usaha yang tekun dan pemeliharaan yang hati-hati, keluarga Sujana ini menunjukkan bagaimana peluang bisnis pertanian bisa menguntungkan dan berkelanjutan. Sukses menanam jambu kristal, keuntungan melimpah! ***
Editor : I Putu Suyatra