Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sukses Kelola Waktu: Jro Mangku Widiartha Ungkap Kegiatannya di Sela-sela Memimpin Desa Adat Besakih

I Wayan Adi Prabawa • Jumat, 24 Januari 2025 | 03:00 WIB
BENDESA BESAKIH: Jro Mangku Widiartha adalah sosok  Bendesa Adat Besakih yang juga sebagai petani lidah buaya.
BENDESA BESAKIH: Jro Mangku Widiartha adalah sosok Bendesa Adat Besakih yang juga sebagai petani lidah buaya.

BALIEXPRESS.ID - Sebagai Bendesa Adat Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Jro Mangku Widiartha memiliki tanggung jawab besar dalam mengurus adat.

Namun, di tengah kesibukannya, ia mampu mengatur waktu dengan baik sehingga tetap produktif di bidang lain.

Pria kelahiran 6 Juni 1970 ini memiliki aktivitas sampingan yang mendatangkan penghasilan, yakni bertani lidah buaya.

Desa Adat Besakih memang memiliki tekstur tanah yang cocok untuk budidaya tanaman ini, sehingga banyak warga yang memanfaatkan lahan mereka untuk menanam lidah buaya.

Jro Mangku Widiartha, yang menjabat sebagai Bendesa Adat hingga 2032, memiliki lahan seluas 1,34 hektare untuk bertani lidah buaya.

Di lahan tersebut, terdapat sekitar 50.000 hingga 65.000 tanaman lidah buaya. “Panen dilakukan secara rutin setiap enam bulan sekali,” ungkapnya.

Kegiatan bertani ini sudah ditekuni sejak belasan tahun lalu. Dari hasil panen, lidah buaya dijual dengan harga lebih dari Rp 2.000 per kilogram.

Aktivitas ini menjadi sumber pendapatan tambahan yang signifikan bagi Jro Mangku Widiartha dan keluarganya.

Meski memiliki kegiatan bertani, Jro Mangku Widiartha tetap mengutamakan tugas adatnya sebagai pemimpin di Desa Adat Besakih.

Menurutnya, bertani lidah buaya hanyalah aktivitas sampingan yang tidak mengganggu kewajibannya sebagai Bendesa Adat. “Bertani lidah buaya ini hanya sebagai sampingan,” ujarnya.

Sebagai suami dari Jro Mangku Istri Suciati dan ayah dari Putu Adnyani Sari serta Kadek Tegar Darma Putra, Jro Mangku Widiartha menjadi contoh bagaimana memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk tetap produktif tanpa melupakan tanggung jawab utama. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#besakih #Jro Mangku Widiartha #bendesa adat