BALIEXPRESS.ID- Memiliki jiwa seni yang kuat membuat I Gusti Lanang Mantra mampu mengubah barang bekas menjadi karya indah memukau mata.
Lanang Mantra memanfaatkan sampah plastik, terpal, dan kain kasa untuk menciptakan gaun perempuan yang unik.
Selain itu, Lanang Mantra juga menghasilkan lukisan karikatur di atas kertas minyak.
Lanang Mantra, yang lahir pada 31 Desember 1965, mengaku kecintaannya pada seni daur ulang bermula ketika ia bergabung dengan komunitas peduli sampah.
Di komunitas ini, bersama rekan-rekan memanfaatkan limbah plastik agar bisa digunakan kembali.
Jiwa seni pria asal Banjar Dinas Menanga Kawan, Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali ini, membuat setiap sampah yang ditemuinya menjadi sumber inspirasi.
“Saya tetap, kalau ada sampah plastik saya pungut, meskipun ide itu belum ada. Saya kumpulkan dulu, suatu saat pasti ada ide. Makanya saya bisa dibilang seniman pemulung,” ungkapnya, Senin (27/1/2025).
Karya-karya Lanang Mantra tidak hanya dinikmati secara lokal, tetapi juga sering ditampilkan di berbagai event.
Pria berkumis ini bahkan kerap bepergian ke berbagai daerah untuk memamerkan hasil kreasinya.
Salah satu karyanya yang menarik perhatian adalah gitar unik yang dibuat dari komponen bekas sepeda motor.
Tak puas hanya dengan menciptakan karya, suami dari Jro Arsawati ini bermimpi mendirikan galeri seni yang berisi koleksi kreasinya dari barang bekas.
Namun, kendala pendanaan menjadi tantangan terbesar baginya. “Ya kendalanya berada di pendanaan,” ujar kakek dua cucu ini dengan nada penuh harap.
Dengan semangat dan kreativitas yang terus menyala, Lanang Mantra membuktikan bahwa sampah pun bisa menjadi sesuatu yang berharga.
Ia menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk lebih peduli terhadap lingkungan melalui seni daur ulang. (*)
Editor : I Made Mertawan