BALIEXPRESS.ID - Mengawali karier sebagai seorang guru, I Ketut Suadnyana kini berhasil menapaki puncak karier sebagai Kepala Dinas Kebudayaan.
Pria kelahiran Karangasem, 23 Desember 1965, ini telah menjalani perjalanan panjang sebagai abdi negara, dengan pengalaman dan dedikasi yang patut diacungi jempol.
Ketut Suadnyana memulai pendidikannya di SD Negeri 2 Antiga, lulus pada tahun 1980, dan melanjutkan ke SMP Negeri 2 Amlapura (1983) serta SMAN 1 Karangasem (1986).
Kecintaannya pada ilmu kimia membawanya ke DIII Kimia STKIP Universitas Udayana Singaraja, yang ia selesaikan pada 1989. Tak berhenti di situ, ia meraih gelar S1 di Universitas Terbuka (UT) Jurusan Kimia pada 1997 dan gelar S2 di Universitas Hindu Indonesia (UNHI) dalam bidang Kajian Budaya dan Agama pada 2004.
Perjalanan karier Suadnyana dimulai sebagai guru kimia di SMA Saraswati pada 1989. Ia kemudian mengajar di berbagai sekolah, termasuk SMAN 2 Poso (1990–1994) dan SMAN 2 Klungkung, yang kini dikenal sebagai SMAN 1 Dawan (1995–2010). "Kebetulan tugas pertama dulu di Poso," ujar pria yang beralamat di Banjar Pangitebel, Antiga Kelod, Manggis Karangasem tersebut.
Pada 2010, ia diangkat sebagai Kepala Sekolah SMAN 1 Banjarangkan. Tak hanya itu, ia juga pernah menjabat sebagai Kabid Dikmen Disdikpora (2012–2016), Kabid Dikdas Disdikpora (2016–2017), serta Kabag Humas dan Protokol (2017–2021). Sebelum menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan pada 2023, ia juga sempat memimpin Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (2021–2023).
Selain aktif sebagai ASN, Ketut Suadnyana juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi. Saat bertugas di Poso, ia menjabat sebagai Ketua PHDI Kabupaten Poso. Di tanah kelahirannya, ia pernah menjadi pengurus Peradah dan PHDI Karangasem, serta Ketua PHDI Desa Antiga. Ia juga menjabat Ketua Umum Pengurus Pratisentana Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas Nusantara sejak 2021.
Ketut Suadnyana menikah dengan Ida Ayu Rai Wiratnyani dan dikaruniai tiga anak: I Gede Agus Dedy Primayatna, ST (bekerja di RSUD Klungkung), Ni Kadek Ayu Frieda Yunita, S.Pd (guru di SMAN 2 Amlapura), dan Ners. I Nyoman Anggan Arista, S.Kep (bekerja di RSUD Klungkung).
Bagi Suadnyana, menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah amanah yang harus dijalankan dengan sepenuh hati. “Saya memulai tugas sebagai ASN pada 1 Februari 1990, dan hingga kini telah mengabdi selama 35 tahun. Saya selalu berprinsip bahwa menjalankan tugas adalah bentuk Dharma Negara yang harus dilakukan dengan totalitas,” ujarnya.
Menurutnya, melaksanakan pekerjaan dengan hati yang senang adalah kunci keberhasilan. "Jika kita bekerja dengan senang hati, hasilnya pasti optimal, meskipun tetap ada kekurangan. Totalitas dan ketulusan adalah kunci agar selalu bahagia dalam melaksanakan tugas," tuturnya penuh semangat. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana