BALIEXPRESS.ID - Berternak sapi adalah profesi yang umum dilakukan oleh masyarakat Bali.
Namun ada hal yang berbeda jika dilakukan oleh anggota dewan.
Peternak sapi ini adalah I Made Sumerta yang kini aktif sebagai anggota DPRD Badung.
Sumerta merupakan pria asal Desa Pecatu, Kuta Selatan.
Ia mengaku berternak sapi sejak muda.
Namun kegiatan berternak sapi ini sempat terhenti karena tidak dilakukan secara langsung.
Baca Juga: Ni Wayan Restiti: Petani Muda, Mahasiswa Hukum, dan Konten Kreator Inspiratif dari Bali
Melainkan bekerjasama dengan orang lain untuk memelihara sapi miliknya atau ngadas.
“Awal saya berternak sapi lagi saat pandemi Covid-19. Berternak secara besar saat covid-19, karena itu masa pembatasan aktifitas diperpanjang terus sampai dua tahun,” ujar Sumerta.
Anggota Komisi III DPRD Badung ini pun melihat peluang besar menjelang Hari Raya Idul Adha.
Baca Juga: I Gusti Lanang Mantra, Seniman ‘Pemulung’ yang Sulap Sampah Jadi Karya Seni
Sebab saat itu meski dalam masa pandemi harga sapi cenderung masih tinggi.
Dari hasil ngadas ia pun mendapatkan pembagian hasil.
Namun saat itu Sumerta meminta anak sapi betina.
“Sapi yang wanita saya ambil, saya ternak sendiri, sambil ke kantor saya ambil pakan di pasar,” ungkapnya.
Selain itu dirinya juga menyisihkan gaji sebagai anggota DPRD untuk dibelikan sapi.
Sehingga ia memiliki sekitar 30 ekor sapi.
“Saat itu saya memelihara sapi sekitar 30 ekor, kandang yang saya buat saat itu yang dibangun tidak permanen. Karena diperkirakan hanya berternak sapi sekitar setahun, dua tahun,” terangnya.
Namun dari usahanya, ternyata sapi Bali yang dipelihara mampu mencapai berat hampir 600 kg.
Pencapaian ini diakui, tidak terlepas dari dukungan seorang teman yang memberikan tips cara membesarkan sapi.
“Sapi saya mencapai 580-595 Kg, itu sapi Bali. Awalnya saya dicibir masyarakat oleh keluarga, saya dapat jualan sekitar Rp 400 juta, bayangkan hampir setengah miliar,” tutur ayah dari tiga anak tersebut.
Meski telah sukses sebagai peternak, Sumerta sempat mendapatkan cibiran dari keluarganya.
Bahkan istri tercintanya pun mencibir usaha dari kader senior dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut.
“Walaupun pihak keluarga juga istri sempat mencibir. Kalau bagi saya semua pekerjaan akan saya lakukan, sepanjang halal untuk menyambung hidup dan biaya kuliah anak-anak, saya ya beternak,” jelas lulusan S1 Hukum Universitas Ngurah Rai tersebut.
Sosok I Made Sumerta adalah seorang anggota DPRD Badung yang terpilih selama empat periode.
Ia pertama kali menjadi wakil rakyat pada tahun 2009.
Pria yang dipercaya sebagai Bendesa Adat Pecatu ini lahir pada 2 Mei 1965.
Sebelum menjadi anggota dewan, ia sempat di SD 2 Pecatu, SMP Sunari Loka Kuta, SMA Kuta Utara, dan Universitas Ngurah Rai.
Ayah dari tiga orang anak ini juga sempat menjadi Bendahara Fraksi PDIP DPRD Badung pada tahun 2014-2019.
Bahkan sejak 2010 dirinya menjadi Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Badung. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga