BALIEXPRESS.ID – Siapa sangka di balik kesuksesannya sebagai Sales & Marketing Director di salah satu hotel berbintang di Nusa Dua, Bianca Rosetta ternyata pernah bermimpi menjadi pramugari.
Namun, kegagalan meraih impian itu justru membawanya pada jalan karir yang gemilang di industri pariwisata.
"Dulu cita-cita saya menjadi pramugari karena suka travelling. Saya bahkan sempat mendaftar di beberapa maskapai asing, tapi tidak diterima," ungkap Bianca.
Kecewa? Tentu. Tapi Bianca tak menyerah. Ia justru memutuskan untuk fokus mengembangkan kemampuannya di bidang pariwisata saat melanjutkan pendidikan di Universitas Kristen Petra Surabaya.
Langkahnya pun semakin mantap ketika berhasil mengikuti program pertukaran pelajar ke Korea pada 2008.
Pengalaman ini membuka pintu bagi Bianca untuk menjelajah berbagai negara, termasuk bekerja di Uni Emirat Arab pada 2010.
Seiring waktu, impian menjadi pramugari pun memudar.
Baca Juga: Puluhan Sopir Angkutan Siswa Datangi Dishub Gianyar, Keluhkan Penurunan Pendapatan
“Bekerja di sektor pariwisata juga membuat saya bisa jalan-jalan ke banyak negara,” katanya.
Setelah kontraknya di Uni Emirat Arab selesai, Bianca langsung menetapkan hati membangun karir di Bali, yang menurutnya adalah barometer pariwisata Indonesia dengan keunikan budaya dan destinasi menakjubkan.
Meski sibuk, Bianca tetap meluangkan waktu untuk hobi-hobinya: menonton drama Korea dan travelling.
“Saya suka drakor karena pernah tinggal di Korea, jadi sudah mengenal budayanya,” jelas perempuan kelahiran Surabaya, Mei 1986 ini.
Ketika travelling, Bianca tak hanya mengejar destinasi hits, tapi juga mencicipi kuliner khas setempat. Oh ya, Bianca juga penggemar berat kopi!
Fakta Menarik Bianca Rosetta:
- Pernah bercita-cita menjadi pramugari, tapi gagal.
- Menekuni karir di pariwisata karena hobi travelling.
- Penyuka drama Korea dan kopi.
- Memilih Bali sebagai tempat berkarir karena peluangnya besar.
- Selalu mencicipi kuliner khas setiap kali travelling.
Kisah Bianca Rosetta membuktikan bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan luar biasa.
Siapa sangka, kegagalannya menjadi pramugari justru mengantarkannya pada kesuksesan di industri perhotelan Bali. ***
Baca Juga: Konsep Tri Hita Karana, Konsisten Jaga Kealamian Pura Pasek Toh Jiwa Wanagiri
Editor : I Putu Suyatra