BALIEXPRESS.ID - Bali kembali melahirkan talenta di dunia musik elektronik. I Made Suparta Yasa, yang lebih dikenal dengan nama panggung Ho Mystica, adalah salah satu DJ berbakat asal Banjar Batur, Desa Sampalan, Kecamatan Dawan, Klungkung yang telah sukses menembus panggung internasional.
Lahir pada 14 Desember di Sampalan Batur, Klungkung, pria berzodiak Sagitarius ini telah berkarier sebagai DJ sejak 2007 dan kini menjadi salah satu nama yang diperhitungkan di industri musik elektronik.
Awalnya, ketertarikan Ho Mystica terhadap dunia DJ muncul saat sering menghadiri pesta di sebuah klub di Legian. Dari sana, ia melihat langsung performa DJ yang menarik perhatiannya.
Ditambah dorongan dari kakak sepupu yang memiliki teman seorang DJ profesional, ia pun semakin termotivasi untuk menekuni bidang ini. Demi mengasah kemampuannya, ia bergabung dengan sekolah DJ pada tahun 2006 sebelum akhirnya mulai tampil di bar-bar kecil dan kafe.
Seiring waktu, kariernya semakin berkembang. Pada 2010, Ho Mystica mulai merambah panggung klub besar di Bali, Lombok, Sumatra, Sulawesi, hingga Jawa.
Hingga tahun lalu, ia juga tampil di sebuah acara di Kalimantan. Namun, puncak pencapaiannya terjadi pada tahun 2024 ketika ia berhasil masuk dalam lineup DJ di Ultra World Music Festival. Bahkan, ia sempat menjadi DJ pembuka untuk dua nama besar dunia, Alan Walker dan Steve Aoki, di Atlas Beach Club.
“Pengalaman paling berkesan bagi saya adalah bisa menjadi DJ Bali pertama yang tampil di Ultra Music Festival. Kami benar-benar diperlakukan seperti artis profesional, tanpa dibeda-bedakan dengan DJ internasional lainnya. Itu adalah event yang sangat luar biasa dan berkelas,” ujar Ho Mystica.
Dalam bermusik, ia banyak terinspirasi dari Fat Boy Slim dan Paul Fisher. Ho Mystica paling menikmati memainkan genre house music, mulai dari disco house, tech house, hingga melodic house. Baginya, genre ini lebih easy listening dan memiliki jiwa yang cocok dengan dirinya.
Ketika ditanya tentang kunci suksesnya, ia menekankan pentingnya disiplin, fokus pada tujuan, tetap rendah hati, serta menjauhi narkoba. Saat ini, ia tengah fokus tampil di Atlas Beach Club dan Komune Bali.
Namun, rencana terbesarnya dalam waktu dekat adalah menghadirkan sebuah proyek pasar malam terbesar di Bali, yang bahkan berpotensi menjadi yang terbesar di Indonesia. Detail mengenai lokasi dan nama proyek ini masih dirahasiakan, tetapi diperkirakan akan diluncurkan pertengahan tahun ini.
“Mimpi terbesar saya adalah mewujudkan mimpi-mimpi yang masih tertunda. Saya berharap semakin banyak festival musik dunia, khususnya festival DJ, yang diadakan di Bali,” tambah suami dari Kadek Ayu Ari Febriyanti tersebut.
Untuk para DJ pemula, ayah dua orang anak itu pun berpesan agar tidak takut merantau dan memperbanyak jaringan. “Networking itu penting. Semakin luas koneksi kita, semakin banyak peluang yang bisa didapatkan,” pesannya. Dengan perjalanan kariernya yang inspiratif, Ho Mystica telah membuktikan bahwa talenta lokal mampu bersaing di panggung internasional. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana