Kisah Perempuan Bali, Ni Luh Gede Jeni Meiyana yang Eksis dengan Produksi Sandal Handmade di Tengah Gempuran Produksi Massal: Diundang ke Jerman
IGA Kusuma Yoni• Jumat, 14 Maret 2025 | 01:37 WIB
Ni Luh Gede Jeni Meiyana
BALIEXPRESS.ID - Pada tahun 2009, tren sandal handmade sempat menjadi primadona di dunia fashion. Namun, seiring pesatnya perkembangan teknologi, produk fashion buatan tangan mulai tergeser oleh sandal produksi massal yang lebih praktis dan mudah dijangkau.
Meski begitu, Ni Luh Gede Jeni Meiyana tak gentar. Perempuan kreatif dari Bali, ini tetap teguh memproduksi dan menjual sandal handmade lewat brand yang dirintisnya sejak 2010, Meigha Collections.
Menariknya, hingga kini produknya tetap laris manis, bahkan semakin dicari!
Jeni mengungkapkan bahwa kunci kesuksesannya terletak pada inovasi tanpa henti dan kepekaannya mengikuti tren fashion terkini.
“Kami terus berinovasi, baik dari sisi desain maupun bahan baku, agar produk kami tetap relevan dan diminati pasar,” jelasnya.
Keunikan Sandal Handmade yang Tak Tergantikan
Sebagai produk handmade, sandal-sandal Meigha Collections memiliki sentuhan khas yang sulit ditiru produksi mesin.
Mulai dari pewarnaan hingga detail desain, setiap pasang sandal memiliki karakter unik.
Jeni memproduksi beragam model, seperti wedges, heels, hingga flat shoes, yang desainnya disesuaikan dengan ketersediaan bahan baku dan kemampuan timnya.
Lebih istimewa lagi, Jeni mengutamakan bahan lokal berkualitas tinggi seperti kain endek dan songket, yang berpadu dengan material kulit atau kayu lokal untuk membuat heels dan wedges.
Kombinasi ini menghasilkan sandal yang elegan, eksklusif, dan sarat nilai budaya.
Premium dan Berkelas, Produk Lokal Tembus Pasar Internasional
Meski dibanderol lebih mahal daripada sandal produksi massal, hal ini justru menjadi daya tarik tersendiri.
Kualitas premium dan keunikan desain membuat sandal Meigha Collections diminati hingga mancanegara.
Bahkan, pada 2019, Jeni diundang untuk memamerkan karyanya di ajang bergengsi Oktoberfest, Jerman.
Dedikasi Jeni dalam mengangkat potensi lokal melalui fashion handmade membuktikan bahwa kreativitas dan ketekunan mampu membawa produk tradisional bersinar di kancah global.
Kisah inspiratif ini menjadi pengingat bahwa sentuhan tangan dan warisan budaya memiliki nilai yang tak ternilai, bahkan di tengah arus produksi massal yang terus mengalir. ***